Hollow Star bersama “Sunset” terdengar seperti hubungan yang sudah lama retak, tetapi baru sekarang ada yang berani mematikan lampu dan pergi. Gitar patah-patah bergaya post-punk memberi lagu ini rasa gelisah yang terus bergerak, sementara atmosfer dark wave membuat setiap pengakuan terasa dingin dan dekat. Tidak banyak ruang untuk nostalgia manis di sini, bahkan kenangannya pun seperti datang sambil mengetuk terlalu keras.
Kekuatan lagunya ada pada benturan antara permainan gitar yang presisi dan emosi yang berantakan serta membiarkan bagian-bagian tertentu jatuh ke suasana yang lebih dreamy. Aransemennya rapi, tetapi tidak terdengar steril, seperti kamar yang sudah dibersihkan setelah pertengkaran besar, hanya saja udara di dalamnya masih berat.
Lirik “You took my love, you took my voice, you took my dignity” menjadi titik paling tajam. Hubungan ini tidak selesai karena satu ledakan dramatis, melainkan karena terlalu banyak kebohongan, rasa kecewa, dan kebutuhan untuk menjadi versi yang diinginkan orang lain. Baris “I disappointed myself too” membuat luka tersebut terasa lebih rumit, sebab kemarahannya tidak hanya diarahkan keluar, tetapi juga kembali kepada diri sendiri.
Ada beberapa bagian lirik yang cukup padat dan nyaris terlalu penuh, terutama ketika metafora mulai datang bertumpuk. Namun, urgensi musiknya menjaga “Sunset” agar tidak tenggelam dalam melodrama. Hollow Star terdengar seperti seseorang yang akhirnya tahu kapan harus merobek bagian yang sudah usang sebelum seluruh dirinya ikut jatuh berantakan.
Hollow Star Profile
Bagi telinga yang ingin tenggelam dalam lamunan panjang bernada syahdu, dengarkan ulasan NADINOVA – Don´t Say Sorry dan karya terdahulu di ulasan VEGASLICE – Away From You.