Saya akui, saya punya kelemahan pada lagu yang sabar menunggu sampai akhir untuk meledak.
Letting Go dari The Detours, band asal Los Angeles, termasuk golongan itu. Ia dibuka akrab lewat petikan gitar , lalu pelan-pelan melipat lapisan gitar elektrik dan dentuman drum, bergulir tanpa terburu-buru sampai bagian akhirnya menumpuk jadi satu bangunan besar dengan olah vokal yang memuncak. Hangat, lapang, sekilas seperti Tom Petty yang sedang murung.
Yang paling menarik justru dua kata kecil di reff-nya. Vokalis The Detours, Brett Kohler, yang namanya terdengar seperti pemilik bengkel di film-film Amerika, melangkah keluar menyongsong senja sambil berseru oh no, ia sedang melepaskan. Lalu ia melangkah lagi, kali ini ke arah fajar, memanggil sebuah nama, dan seruannya berganti jadi and so. Perjalanan dari panik ke pasrah cuma butuh satu ganti kata, dan di situlah seluruh lagu ini dimasak.
Ada kelelahan yang terdengar jujur di bait-baitnya, orang yang sudah menyentuh dasar, kehabisan senyum, mulai menghitung harga dari setiap jalan yang ia pilih, sementara kita diajak menunggu kapan ia benar-benar melepaskan genggaman. “I never waste a failure”, nyanyinya. Kalimat yang pantas ditempel di dinding kamar kos mahasiswa tingkat akhir.
Penantian di ujung Letting Go terbayar lunas.
The Detours Profile
Track Info & Review Summary
- Artist: The Detours
- Track: Letting Go
- Genre: Power Pop, Modern Progressive Rock, Indie Rock
- Release Date: October 3, 2026
- Label: Independent
- Rating: 3.9 / 5
- Reviewed by: ParaPop.net
Eksplorasi kurasi harian kami yang tak kalah memikat bisa kamu temukan dalam ulasan Afternoon Sister – Ache serta tembang pilihan di arsip Eliz – Scared I’ll Never Be Enough.



