Panduan MusikFashion

Dark Pop, Darkwave, Gothic Rock, Witch House, Apa Bedanya?

Jika kamu pernah bertanya soal perbedaan dark pop dan darkwave kepada teman yang lemarinya isinya hitam semua, kemungkinan besar jawabannya panjang dan diakhiri dengan nama band yang belum pernah kamu dengar. Wajar. Dua istilah itu, ditambah gothic rock dan witch house, sering dipakai bergantian seolah semuanya satu keluarga besar yang kebetulan sama-sama suka lampu redup.

Mereka memang bertetangga. Tapi dapurnya beda, bumbunya beda, dan tahun lahirnya pun berjauhan. Senin lalu kami sudah membahas apa itu dark pop secara panjang, dan di panduan alt-pop ia kebagian satu paragraf sebagai sub-varian. Kali ini giliran tetangga-tetangganya. Kita mulai dari yang paling tua.

Gothic Rock, Kakek Berjubah Hitam dari Tahun 1979

Gothic rock lahir dari rahim post-punk Inggris di akhir 70-an. Para sejarawan goth umumnya menunjuk satu rekaman sebagai titik nol, yaitu Bela Lugosi’s Dead milik Bauhaus, single debut yang dilepas label Small Wonder pada Agustus 1979. Panjangnya lebih dari sembilan menit, direkam dalam satu kali ambil saat sesi enam jam pada 26 Januari 1979, dan judulnya meminjam nama aktor pemeran Dracula. Ia tidak pernah masuk tangga lagu pop, tapi bertahun-tahun bertengger di tangga lagu independen Inggris. Album debut Bauhaus, In the Flat Field (1980), sering disebut sebagai album gothic rock pertama.

Setelah itu rak gothic rock terisi cepat. The Cure menelurkan trilogi murung Seventeen Seconds (1980), Faith (1981), dan Pornography (1982). Siouxsie and the Banshees makin gelap lewat Juju (1981). Dari Leeds, The Sisters of Mercy menambahkan tenaga rock yang lebih keras dan drum machine, lalu Temple of Love (1983) jadi lagu kebangsaan goth tahun itu. Di London, klub Batcave dibuka pada 21 Juli 1982 dan jadi rumah singgah para pemuda berambut sasak.

Resep bunyinya bisa diracik ulang di kepala. Ada gitar yang menyayat berputar-putar, bass bernada tinggi yang justru memegang melodi, drum yang berat di tom seperti upacara suku, reverb tebal, kunci minor, dan vokal bariton yang menggumam rendah. Kritikus Simon Reynolds membandingkan gaya nyanyinya dengan campuran Jim Morrison dan Leonard Cohen. Liriknya akrab dengan romantisme sastra, kematian, simbol religius, dan hal-hal gaib.

Bahkan namanya pun lahir berliku. Pada Februari 1981 majalah Sounds menulis soal “punk gothique”, istilah dari vokalis UK Decay, Steve Abbott. NME sempat mencoba label “positive punk” pada Februari 1983, lalu menyerah dan memakai “goth” beberapa bulan kemudian. Nama yang dicari-cari selama dua tahun. Seperti mencari nama bayi, tapi bayinya pakai eyeliner.

Di arsip ParaPop, jejak gothic rock masih bisa ditemukan. Ada Taleen Kali dengan Crossed yang berdenyut dalam atmosfer gothic, ada Organised Scum dengan the centre yang dingin dan satir, dan ada Deadsled Funeral Company, band gothic asal New Orleans yang membingkai patah hati lewat lensa horor di Boy Dahlia.

Perbedaan Dark Pop dan Darkwave, Bisikan Lawan Dentuman

Darkwave muncul dari akar yang sama, new wave dan post-punk akhir 70-an, tapi tumbuhnya menyebar di Eropa, dari Inggris, Jerman Barat, Belgia, Belanda, Prancis, sampai Italia. Di tahun 80-an, pers musik Eropa memakai istilah dark wave untuk sisi muram dari skena new wave. Musikolog Isabella van Elferen merangkumnya dengan rapi, darkwave memakai tempo yang lebih lambat, nada yang lebih rendah, dan lebih banyak kunci minor dibanding new wave. Synthesizer, sampler, dan drum machine duduk berdampingan dengan gitar, bass, biola, cello, dan piano.

Lalu apa itu darkwave dibanding gothic rock? Jawaban jujurnya agak menyebalkan. Di tahun 80-an, kata goth melekat erat pada gothic rock, sementara dark wave jadi payung yang lebih lebar, menaungi band gothic rock sekaligus new wave berbasis synthesizer. Jadi gothic rock bisa disebut salah satu cabang darkwave. Ejaan satu kata darkwave sendiri baru populer di Amerika setelah 1993, ketika Sam Rosenthal dari label Projekt Records memungutnya dari majalah Jerman seperti Zillo. Di Jerman ada cabang teatrikal bernama Neue Deutsche Todeskunst, di Prancis ada cold wave.

Perbedaan dark pop dan darkwave, foto resmi trio darkwave Molchat Doma asal Minsk
Foto: Molchat Doma / Sacred Bones Records

Generasi baru darkwave justru terdengar sangat dekat dengan kita. Duo Boy Harsher, Jae Matthews dan Augustus Muller, terbentuk pada 2013 di Savannah, Georgia, dan AllMusic menyebut musik mereka elektropop yang gelap dan bisa dipakai berdansa. Lagu mereka Pain dari EP Lesser Man (2014) bahkan dipakai di film horor Terrifier 2 (2022). Dari Minsk, trio Molchat Doma melepas album Etazhi pada 7 September 2018 lewat label Detriti. Sekitar Mei 2020, lagu Sudno yang liriknya diambil dari puisi Boris Ryzhy meledak di TikTok sebagai latar video ganti baju, lalu masuk Viral 50 Global di Spotify. Menurut salah satu personelnya kepada The Moscow Times, label mereka Sacred Bones sama sekali tidak terlibat, malah label itulah yang mengabari mereka soal TikTok.

Nah, di sinilah perbedaan dark pop dan darkwave paling gampang dirasakan. Dark pop berangkat dari pop arus utama hari ini, dengan struktur bait dan reff, kait yang gampang ditiru, sub-bass 808 dan ketukan lambat ala trap, serta vokal yang dibisikkan dekat sekali ke telinga. Darkwave berangkat dari new wave dan post-punk 80-an, dengan drum machine yang berderap lurus, bass yang bergerak terus, synth dingin, dan vokal yang sering terdengar berjarak, seperti dinyanyikan dari ujung lorong. Dark pop mengajak kita meringkuk di kasur. Darkwave mengajak kita mengangguk-anggukkan kepala di lantai dansa yang lampunya cuma satu. Kalau kamu penasaran dengan versi yang menyerempet keduanya, Pain In The Yeahs lewat Sugar & Razorblades meramu synthpop, post-punk, dan darkwave dalam satu nomor.

Witch House, Lelucon yang Kebablasan Jadi Genre

Kalau gothic rock adalah kakek dan darkwave adalah paman, witch house adalah sepupu yang muncul sebentar di internet lalu menghilang tanpa pamit. Istilahnya lahir pada Desember 2009 dari mulut Travis Egedy alias Pictureplane, produser asal Denver, kepada Pitchfork. Menurut pengakuannya sendiri, itu cuma lelucon antara ia dan seorang kawan untuk menyebut musik house bertema okultisme yang mereka buat. Leluconnya kebablasan, dan blog-blog musik mulai memakainya dengan serius.

Bunyinya ganjil dan pekat. Ada ketukan drum machine ala hip hop, derau, sampel yang bikin bulu kuduk berdiri, reverb tebal, melodi synth yang meminjam dari synthpop gelap, dan vokal yang diturunkan nadanya atau diputar terbalik. Teknik chopped and screwed dari skena Houston, terutama DJ Screw, disebut sebagai salah satu fondasinya. Nama band dan judul lagunya sering memakai segitiga, salib, dan simbol Unicode, dan konon itu disengaja supaya skena ini sulit dicari mesin pencari. Ironis sekali kalau dibaca di artikel yang sedang berusaha dicari mesin pencari.

Salem, trio yang terbentuk pada 2006 di Traverse City, Michigan, dianggap perintis bunyi dan estetika witch house. Album debut mereka King Night dirilis IAMSOUND pada 28 September 2010, dan Stereogum menulis bahwa bunyi Salem mengkristal di album itu, walau musiknya sering tertutup kontroversi di sekitar band. Masa jayanya singkat, kira-kira 2009 sampai 2011. Namun warisannya awet. Jack Donoghue dari Salem ikut menggarap Yeezus (2013) milik Kanye West, dan nama-nama seperti The Weeknd dan A$AP Rocky disebut pernah merilis materi yang terinspirasi witch house.

Jadi kalau diringkas sambil ngopi, gothic rock itu gitar dan bariton dari Inggris 1979, darkwave itu payung yang lebih lebar dan lebih elektronik, witch house itu eksperimen internet 2009 yang gelap dan susah dicari, dan dark pop itu pop arus utama yang lampunya diredupkan. Empat-empatnya suka warna hitam. Dark pop saja yang paling rajin mampir ke tangga lagu.

Kalau ingin langsung mendengar bedanya, playlist dark pop redaksi ParaPop di Spotify masih terus kami isi sepanjang bulan ini.

Pekan depan, tepat di minggu Halloween, kami menyiapkan daftar lagu dark pop untuk menemani malam paling seram tahun ini. Sementara itu, rilisan terbaru terus kami kumpulkan di tag dark pop. Saya sendiri baru sadar, empat genre ini ternyata sama-sama lahir dari orang yang menolak menyalakan lampu kamar.

Show More

paraPOP

Parapop Parentheses Preact Pop News Media Outlet for Alternative/Indie In Indonesia Contact us: info@parapop.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related Articles

Back to top button