Pertanyaan apa itu dark pop biasanya muncul setelah kita mendengar sebuah lagu yang kaitnya menempel seperti lagu pop di radio, tapi lampunya seperti sengaja diredupkan. Bass-nya berat, vokalnya lebih sering berbisik daripada berteriak, dan liriknya membicarakan hal-hal yang biasanya kita simpan sendiri pukul dua pagi. Enak didengar, tapi kok gelap begini?
Oktober ini kami jadikan Bulan Dark Pop. Di panduan alt-pop kami, dark pop baru kebagian satu paragraf sebagai sub-varian pertama. Tulisan ini versi panjangnya. Ciri bunyi dulu, lalu asal-usul istilahnya, lalu sepuluh lagu dark pop yang bisa jadi pintu masuk, diurutkan menurut tahun rilis.
Apa Itu Dark Pop, dan Kenapa Lampunya Sengaja Diredupkan
Secara sederhana, musik dark pop adalah lagu pop yang dimasak dengan bumbu murung. Strukturnya tetap pop, ada bait, ada reff, ada kait yang gampang ditiru di kamar mandi. Yang berubah adalah suasananya. Ensiklopedia daring menggambarkannya sebagai pop yang dicampur unsur alternatif dan indie, dengan bunyi yang melankolis dan produksi elektronik yang minimalis, sering ditopang synth tebal, gitar terdistorsi, dan drum elektronik.
Di meja kurasi ParaPop, ciri dark pop yang paling sering kami temukan bisa dihitung dengan jari. Ada sub-bass 808 yang bergetar rendah, ketukan bertempo lambat yang meminjam pola trap, synth di kunci minor, reverb yang membuat ruangan terasa lebih luas dari seharusnya, dan vokal yang ditaruh dekat sekali ke telinga, seperti dibisikkan dari balik pintu. Liriknya berkisar di rasa tidak aman, penyesalan, kecemasan, dan hubungan yang tidak sehat. The Independent, saat mengulas penampilan Billie Eilish di Glastonbury 2022, menyebut bunyinya pop yang gelap dan muram, dan mencatat bahwa lirik alt-pop generasi ini memang akrab dengan tema-tema itu.
Satu hal yang perlu diakui sejak awal. Dark pop lebih mirip suasana daripada genre yang punya akta kelahiran. Media besar sendiri tidak sepakat soal labelnya. Ketika Rolling Stone mengulas album debut Billie Eilish, mereka memilih istilah noir pop, bukan dark pop. Jadi kalau ada yang bertanya apa itu dark pop dan kamu menjawab “pop, tapi lampunya dimatikan”, jawabanmu tidak salah.

Asal-usul Musik Dark Pop, dari Tears for Fears sampai TikTok
Untuk menjawab apa itu dark pop secara utuh, kita perlu mundur sedikit. Kegelapan di dalam pop tentu bukan barang baru. Ensiklopedia daring menarik akarnya ke era 80-an dan 90-an, ketika pop mulai meminjam dari trip hop, gothic rock, dan musik eksperimental, lalu menyaring semuanya jadi bunyi yang menekankan atmosfer dan cerita dari dalam kepala. Bedanya dengan musik eksperimental, dark pop tetap ingin dinyanyikan banyak orang.
Titik baliknya terasa di awal dekade 2010-an. Pada 5 Mei 2011, Lana Del Rey mengunggah Video Games ke internet, sebuah balada lambat yang produksinya terdengar seperti film lama. Lagu itu jadi pintu yang membawa namanya mengemuka, dan menunjukkan bahwa kesedihan yang dipoles rapi bisa laku di tangga lagu. Kami dulu menulis kabar comebacknya lewat single Love pada 2017, dan vokal tajam ala era Video Games masih jadi pembandingnya.
Setelah itu pintu musik dark pop terbuka lebar. Skandinavia menyumbang Lykke Li dan Tove Lo, Selandia Baru menyumbang Lorde, Amerika menyumbang BANKS dan Melanie Martinez. Menjelang akhir dekade, Billie Eilish membawa bunyi ini ke tengah arus utama, dan TikTok mempercepat semuanya. Lagu dark pop sekarang bisa meledak dari potongan lima belas detik, bahkan sebelum penyanyinya punya label.
Di ParaPop sendiri, rak dark pop terus terisi. Ada Livia Drew dengan Vampyre yang terdengar seperti waltz gelap dari kotak musik, ada Kinet dengan Spectres yang murung tapi bikin kepala mengangguk, dan bulan ini tag dark pop mulai rutin kebagian rilisan baru. Kalau kamu lebih suka gelap yang tidak berlabel, playlist lawas kami Songs in the Dark masih bisa diputar.
10 Lagu Dark Pop Pintu Masuk, Diurutkan Menurut Tahun
Sepuluh lagu dark pop di bawah ini bukan peringkat. Anggap saja menu cicip, dari yang manis-gelap sampai yang gelap-gulita.
Lana Del Rey dengan Video Games (2011, Stranger, Interscope, Polydor). Ditulis bersama Justin Parker dan diproduseri Robopop, ia berjalan pelan sebagai balada yang dekat ke baroque pop dan dream pop. Para kritikus memuji vokalnya yang tidak biasa dan produksinya yang sinematik. Di sinilah resep dasarnya ditulis, yaitu kesedihan yang tidak buru-buru.
Lykke Li dengan I Follow Rivers (2011, LL Recordings). Diambil dari album Wounded Rhymes dan diproduseri Björn Yttling dari Peter Bjorn and John, lagu ini oleh sebagian penulis musik digolongkan gothic pop. Ironisnya, versi remix The Magician justru jadi lagu dansa yang menduduki puncak tangga lagu di Belgia, Jerman, Italia, Polandia, dan Rumania. Gelap pun ternyata bisa diajak joget.
Tove Lo dengan Habits (Stay High) (2013, rilis mandiri, lalu Universal). Awalnya ia lepas sendiri pada Maret 2013 dengan judul Habits, lalu dirilis ulang setelah Tove Lo meneken kontrak dengan Universal. Instrumentasinya elektronik dan minimal, sementara liriknya bercerita tentang usaha melupakan mantan dengan cara yang jauh dari sehat. Kait paling ceria untuk cerita paling suram.
BANKS dengan Waiting Game (2013, Harvest, Good Years). Ditulis bersama dan diproduseri Sohn, ia muncul di EP London lalu masuk ke album debut Goddess (2014). Lagu tentang hubungan jarak jauh ini tidak pernah dirilis sebagai single, tapi setelah dipakai di iklan Victoria’s Secret pada Desember 2013, ia sempat masuk tangga lagu Inggris di posisi 99. Pintu masuk yang paling sunyi di daftar ini.
Lorde dengan Everybody Wants to Rule the World (2013, Republic, Mercury). Lagu milik Tears for Fears dari 1985 ini aslinya new wave dan synth-pop yang cerah. Di tangan Lorde, untuk soundtrack film Catching Fire dari seri The Hunger Games, ia dimasak ulang jadi downtempo bernuansa industrial berdurasi dua menit tiga puluh lima detik. Roland Orzabal memujinya, dan Tears for Fears bahkan memakai versi ini untuk membuka konser mereka. Pelajaran singkat soal dark pop, cukup ganti lampunya, lagunya sama.
Melanie Martinez dengan Dollhouse (2014, Atlantic). Single debut ini bercerita tentang keluarga berantakan yang bersembunyi di balik fasad plastik yang sempurna, yang menurut Martinez juga perumpamaan tentang cara orang memandang hidup selebritas. Estetika boneka dan mainan anak yang jadi menyeramkan inilah yang kemudian melekat padanya.
Sevdaliza dengan Human (2016, Twisted Elegance). Single pertama dari album debut ISON (2017) yang rilis lewat labelnya sendiri. Albumnya meracik elektronik bernuansa industrial, ketukan trip hop, dan aransemen orkestra, dan pengaruh Portishead disebut paling terasa. Bagi kamu yang ingin lagu dark pop dengan rasa lebih seni, mulailah dari sini.
Sub Urban dengan Cradles (2019, NCS). Lagu debut yang dilepas lewat NoCopyrightSounds ini meledak di TikTok, lalu membawa penyanyi kelahiran Nyack, New York, itu meneken kontrak dengan Warner Records dan memuncaki tangga lagu radio alternatif Billboard. Contoh paling jelas bahwa lagu dark pop hari ini bisa lahir dari kamar dan besar di linimasa.
Billie Eilish dengan bury a friend (2019, Darkroom, Interscope). Single ketiga dari When We All Fall Asleep, Where Do We Go?, dan salah satu barisnya malah jadi judul album itu. Ditulis bersama dan diproduseri Finneas O’Connell, ia dibangun dari ketukan hip hop, sentuhan industrial, dan synth yang minimal, dengan vokal berlapis efek yang bernyanyi dari sudut pandang monster di kolong tempat tidur. Bulu kuduk berdiri, kepala tetap mengangguk.
Bella Poarch dengan Build a Bitch (2021, Warner). Single debut berdurasi dua menit dua detik ini ditulis antara lain bersama Sub Urban, dan Wikipedia terang-terangan menggolongkannya sebagai dark pop. Menurut Poarch, ia lagu tentang menerima diri sendiri. Lagu ini masuk sepuluh besar di India, Malaysia, dan Singapura, jadi kemungkinan besar kamu pernah mendengarnya lewat video orang lain tanpa tahu judulnya.
Kalau ingin langsung memutar semuanya, redaksi ParaPop menyiapkan playlist dark pop di Spotify. Ia akan terus kami isi sepanjang bulan ini.
Sepuluh lagu dark pop ini baru gerbangnya. Rilisan terbaru akan terus mampir di tag dark pop sepanjang bulan ini, dan Senin depan kami membedah tetangga-tetangganya yang sering tertukar, darkwave, gothic rock, dan witch house. Saya sendiri masih penasaran, sejak kapan lagu sedih jadi lagu yang paling sering diputar keras-keras?



