NOBRO, grup punk rock yang berbasis di Montreal, menantang norma-norma masyarakat dan merayakan kecerobohan kaum muda dengan lagu antemik mereka “Let’s Do Drugs”. Penuh dengan sikap, lagu ini merupakan penghormatan yang tidak menyesal terhadap pemberontakan, menangkap esensi genre sekaligus menambahkan sentuhan modern dan kumuh.
Sejak akord pertama dibunyikan, kita dilanda gelombang nostalgia punk yang tak terbantahkan. Vokalnya yang parau, alur gitarnya yang kasar, dan perkusinya yang menggelegar dengan sentuhan grunge. Namun saat kita menyelami lebih dalam, nada sinisme dan ironi terungkap.
“Let’s Do Drugs” menangkap sentimen universal — keinginan sekaligus keengganan untuk terlibat dengan sisi liar seiring bertambahnya usia. Namun apakah kita sedang berada dalam pergolakan masa muda atau sedang bernostalgia, lagu ini mengundang kita untuk melepaskan pemberontakan dalam diri kita, setidaknya untuk durasinya yang singkat dan melodi yang menggigit. Jadi?? let’s do drug? Hhmm…



