Bantal. Bunyi gitar, bas, dan drum di Drunk On Stars dibangun ulang dari sebuah bantal dan benda-benda temuan (iya, bantal). Maddalena Conni meraciknya jadi electro pop yang kalem. Kalau kamu pernah menabuh meja kelas dengan pulpen saat guru keluar, kamu tahu rasa senangnya.
melodi tipis membuka dan menutup lagu, lalu bas dan drum bantal itu masuk bersama vokal latar yang menumpuk lapis demi lapis. Suara Maddalena Conni naik di chorus, lalu tinggal sendirian di tengah lagu. Tak ada dentuman klub. Ia lebih mirip teman yang bersenandung sambil rebahan, dan kita cukup ikut berbaring.
Di masa ketika drum tinggal diunduh dari pustaka sampel, memakai bantal terdengar seperti kerja yang tidak perlu. Ada keras kepala yang manis dalam pilihan itu, sebab berkat bantal itulah kita mendengar ketukan yang empuk dan tak pernah menyikut vokal.
Liriknya bercerita tentang terbangun di malam berbintang, meninggalkan kabel dan kandang, lalu berdiri di beranda sebagai “a ghost with a torch”. Manis betul.
Lantas lirik ini menumpuk kalimat besar soal dunia yang ternyata penuh keajaiban, tanpa beton, tanpa dusta, dan saya keburu kangen pada ghost with a torch tadi.
Untungnya Drunk On Stars selalu ditarik pulang oleh reff yang sederhana, seandainya saja aku melihatmu lebih awal.
Maddalena Conni Profile
Track Info & Review Summary
- Artist: Maddalena Conni
- Track: Drunk On Stars
- Genre: Electro Pop, Alt Pop, Indie Pop
- Release Date: October 16, 2026
- Label: Independent
- Rating: 3.8 / 5
- Reviewed by: ParaPop.net
Hook vokal yang melekat di kepala dan aransemen dinamis serupa tersaji apik dalam ulasan Fabrizio Paterlini – Death Is Not The End serta arsip ulasan soft siren – Bury Me in Diamonds.



