Ada momen jujur yang jarang diakui secara terang-terangan, ketika mencoba menulis lagu cinta justru berujung pada kesadaran bahwa cintanya tidak berbalas.
M & J menangkap momen itu lewat “Not a Love Song”, diangkat dari pengalaman pribadi salah satu dari duo asal Bondi ini.
Musiknya bergerak dengan kehangatan yang membumi. Bass yang tebal jadi fondasi bagi ketukan drum yang bergulir stabil, sementara sentuhan sting memberi tekstur yang sedikit mendayu pelan dan intim.
“I really wanted to write a love song for you” jadi kalimat pembuka yang jujur sekaligus getir, semacam pengakuan sebelum akhirnya sadar niat baik itu tidak cukup untuk membuat perasaan berbalas.
Baris “You don’t get to choose who you love and who you lose” menegaskan inti masalahnya, bahwa hati memang tidak bisa diperintah, hanya bisa dijalani apa adanya.
Yang menarik, kepahitan itu tidak dibiarkan menetap terlalu lama. “With the wind at my back it’ll strut along as I walk off whistling” mengubah kekecewaan jadi langkah yang cukup ringan, seperti seseorang yang memilih pergi dengan kepala tegak.
M & J menutup “Not a Love Song” bukan dengan kepahitan yang berlarut, tapi dengan sikap dewasa untuk melangkah, menyimpan pena dan tinta untuk seseorang lain yang kelak benar-benar pantas ditulisi lagu cinta.



