Ada momen ketika seseorang yang biasanya menghindar dari komitmen tiba-tiba tidak bisa lagi berpura-pura tidak peduli. Jessie Altman menangkap pergeseran itu di “Wanted”, single terbarunya menuju album kedua, Lovelight.
Groove mid-tempo yang ditulisnya bersama Hannah Huntley dan digarap Sam Hollander terasa ringan namun dalam, membawa energi yang syahdu tanpa harus terdengar sendu.
Musiknya bergerak dengan tenang tapi penuh, seperti sengaja memberi ruang bagi perasaan untuk perlahan mengendap sebelum benar-benar disadari.
Vokal Jessie Altman mengalun lugas tanpa polesan berlebih, membiarkan kejujuran emosinya terdengar apa adanya. Ada kehangatan dalam caranya menyanyikan kalimat sederhana seperti “All I wanted was me til all I wanted was you”, seolah pengakuan itu baru selesai ia terima sendiri sambil bernyanyi.
Baris “All I wanted was me til all I wanted was you” jadi titik balik yang sederhana tapi kena, semacam pengakuan bahwa prioritas bisa berubah tanpa direncanakan sama sekali.
Detail kecil seperti “you gave me your jacket” menambah kesan personal, mengingatkan bahwa kadang yang mengubah pendirian seseorang bukan hal besar, melainkan momen sepele yang justru paling menempel di ingatan.
Jessie Altman lewat “Wanted” menggambarkan proses jatuh cinta yang tidak selalu dramatis, kadang cukup dengan menyerah pelan-pelan pada seseorang yang awalnya tidak masuk dalam rencana sama sekali.



