Lagu “Broken Things” oleh Gustavo Galindo, seolah-olah membawa kita ke dalam perjalanan melalui kepingan-kepingan hati yang patah, namun diperbaiki dengan emas atau biasa disebut Kintsugi. Saya terkesima dengan cara Galindo menyampaikan pesan tentang penerimaan terhadap ketidaksempurnaan.
Melalui liriknya yang sederhana namun mendalam, seperti “In Japan, they fix broken things with gold” dia mengajak kita untuk melihat nilai lebih pada hal-hal yang terlihat cacat. Dan pada bagian “In California, they don’t like you gettin’ old” Galindo mencerminkan realitas sosial yang sering mengabaikan keindahan proses penuaan dan perubahan.
Sentuhan musik folk rock bersama suara emas Galindo menambah kedalaman emosional pada lagu ini, dengan membawa kontras antara melodi yang menghanyutkan dan lirik yang melankolis. Ada sesuatu yang sangat manusiawi dalam cara Galindo mengungkapkan rasa sakit dan penerimaan.
Gustavo Galindo, dengan latar belakangnya yang kaya budaya, berhasil menciptakan sebuah karya yang tidak hanya menyentuh hati secara pribadi tapi juga memiliki relevansi sosial yang luas. “Broken Things” ini seperti lentera yang menerangi kegelapan, mengajak kita untuk tidak hanya melihat, tapi juga menghargai keindahan dalam kecacatan.



