Sebelum belajar cara membuat press release musik, ambil dulu undangan kawinan yang tergeletak di meja ruang tamu. Siapa yang menikah, kapan, di gedung mana, lengkap dengan denah dari arah tol. Tidak ada undangan yang dibuka dengan kalimat “pernikahan paling berpengaruh generasi ini”, dan justru karena itu kita tahu harus datang ke mana.
Rilis pers musik bekerja dengan cara yang sama.
Lagumu boleh saja sudah matang. Ia tetap tidak bisa mengetuk pintu redaksi sendirian. Yang mengetuk adalah selembar rilis pers musik, tulisan pendek berisi kabar, dan dari lembar itulah sebuah media mengambil tanggal, nama label, dan cerita di balik lagunya. Contohnya ada di arsip kami sendiri. Berita lama kami tentang album Hang milik Foxygen dibuka dengan frasa “Dari rilis pers yang kami terima”, lalu langsung menyebut tanggal dan label Jagjaguwar. Tulisan soal album Pleasure milik Sondre Lerche juga berangkat dari lembar yang sama.
Tulisan ini menyambung Cara Submit Lagu ke Media Musik Tanpa Diabaikan yang mengurus bungkus surelnya, dan Panduan Musisi Independen yang membahas alur rilis dari hulu ke hilir. Di sini kita mengurus satu hal saja, yaitu cara membuat press release musik yang isinya bisa langsung dipakai.
Cara Membuat Press Release Musik, Tujuh Bagian Tanpa Basa-basi

Bagian pertama dari cara membuat press release musik adalah judul. Isinya nama musisi, jenis rilisan, dan kabarnya, dalam kalimat aktif. Musosoup menyarankan 8 sampai 12 kata, dan judul pancingan sebaiknya dijauhi. Editor yang tertipu sekali biasanya tidak membuka surel kedua.
Bagian kedua adalah paragraf pembuka, sekitar 30 sampai 50 kata menurut Musosoup, yang menjawab siapa, apa, kapan, di mana, dan kenapa. Kalau pembaca hanya sempat melahap satu paragraf, paragraf inilah yang harus cukup mengenyangkan. Howard Mandel, presiden Jazz Journalists Association, punya rumus kail, tali, dan pemberat dalam tulisannya di Jazzfuel. Kabar utama dipasang di kalimat pertama, penjelasannya menyusul, lalu tulisan ditutup dengan cara mendengarkan dan siapa yang bisa dihubungi. Menurut Mandel, unsur paling penting adalah kenapa. Kenapa lagu ini ada, dan kenapa orang perlu peduli sekarang.
Bagian ketiga adalah kutipan, satu atau dua kalimat saja dari musisinya. Kutipan yang baik memberi sesuatu yang tidak bisa didapat dari kolom fakta, misalnya kejadian konyol di balik lirik atau alasan sebuah lagu nyaris dibuang.
Bagian keempat adalah cerita dan bunyi. Satu sampai dua paragraf tentang asal-usul lagu, proses rekaman, kolaborator, dan terdengar seperti apa ia. Sebut bunyinya secara konkret, seperti gitar apa yang menonjol, cepat atau lambat temponya, vokalnya berbisik atau berteriak. Tulis dengan sudut pandang orang ketiga, seolah-olah orang lain yang sedang bercerita tentangmu.
Bagian kelima adalah bio singkat. Dua atau tiga kalimat sudah cukup, dan cukup yang berhubungan dengan kabar ini. Mandel mengingatkan bahwa rilis pers musik bukan biografi, jadi riwayat band sejak pensi SMA bisa disimpan untuk lain waktu.
Bagian keenam adalah tautan dan aset. Tautan dengar, sampul rilisan, dan foto pers dengan nama fotografer yang jelas. Periksa semuanya sekali lagi sebelum mengirim, karena tautan-yang-minta-izin-akses adalah cara paling cepat membuat orang pindah ke surel berikutnya.
Bagian ketujuh adalah kontak. Nama orang, alamat surel, dan nomor telepon. Undangan kawinan pun mencantumkan siapa yang bisa ditanya kalau tamu tersesat.
Contoh Press Release Musik yang Baik dan yang Bikin Mengantuk
Supaya tidak ada yang tersinggung, band di contoh press release musik ini rekaan. Sebut saja kuartet Antena Tetangga dengan single Sinyal Terakhir di Kos. Tanggal, label, dan semua detail di bawah juga karangan kami demi contoh.
Versi pertama berbunyi begini. “Antena Tetangga, band paling berpengaruh generasi ini, dengan bangga mempersembahkan Sinyal Terakhir di Kos, sebuah karya terbesar yang memadukan berbagai genre tanpa batas dan akan menyentuh hati semua pendengar.” Ada kebanggaan yang meluap di kalimat itu, tapi kita tidak mendapat apa-apa untuk dikunyah. Kapan rilisnya tidak jelas, genre apa juga tidak jelas, dan klaim paling-berpengaruh-se-generasi hanya membuat kita ingin tahu siapa yang mengukurnya.
Versi kedua berbunyi begini. “Antena Tetangga, kuartet indie pop asal Malang, merilis single Sinyal Terakhir di Kos pada 20 November melalui label Warung Rekam. Lagu tiga menit ini ditulis setelah internet kos mereka putus selama sepekan, dan direkam di ruang tamu dengan gitar dua belas senar serta drum pinjaman.”
Empat puluhan kata, dan kita sudah tahu siapa, apa, kapan, dari mana, dan kenapa. Editor bisa menulis berita dari situ tanpa membalas surel untuk bertanya.
Kutipan juga punya versi yang bikin mengantuk. Bandingkan “Kami sangat bangga dengan karya ini dan berharap pendengar menyukainya” dengan “Reff-nya kami tulis sambil menunggu teknisi yang tidak pernah datang”. Yang pertama bisa ditempel ke lagu siapa saja. Yang kedua hanya milik Sinyal Terakhir di Kos.
Judulnya pun begitu. “Rilisan Terbaru yang Wajib Kamu Dengar” tidak mengabarkan apa-apa, sementara “Antena Tetangga Lepas Single Sinyal Terakhir di Kos pada 20 November” langsung selesai dalam sebelas kata.
Panjang, Waktu Kirim, dan Dosa-dosa Kecil
Soal panjang, para pemberi saran ternyata tidak kompak. Untuk rilis pers musik, Musosoup menyebut sekitar 400 sampai 500 kata, sementara Mandel malah menyebut 800 sampai 1.000 kata. Untuk satu single, kami memilih yang pendek. Panduan kami juga menyebut siaran pers musik satu halaman, dan single tiga menit jarang punya kabar sepanjang dua halaman.
Waktu kirimnya bergantung pada rilisan. Musosoup menyarankan 2 sampai 4 minggu sebelum rilis untuk single, 4 sampai 6 minggu untuk album, 6 sampai 8 minggu untuk tur, dan tindak lanjut sekitar seminggu sesudahnya. Satu kali saja, dan sebaiknya membawa kabar baru.
Sisanya dosa-dosa kecil yang gampang dihindari. Menaruh teks rilis pers musik hanya di lampiran, padahal Musosoup menyarankan menempelnya langsung di badan surel. Mengirim surel-massal-tanpa-sapaan ke semua alamat. Menebar klaim palsu atau berlebihan, yang juga diwanti-wanti SubmitHub dalam panduannya soal menulis pitch ke kurator. Mengumumkan lagu yang tautannya belum hidup. Menyalin contoh press release musik dari templat tanpa mengganti bagian yang tidak relevan, sehingga lagu cinta ikut disebut “lagu tentang perjuangan”. Baca keras-keras sekali sebelum menekan kirim, karena salah eja nama sendiri itu jenis kesalahan yang bikin kepala kita pelan-pelan tertunduk.
Kalau lembarnya sudah rapi, jalur kiriman ke kami ada di halaman Submit Your Music to ParaPOP, dan hasilnya bisa kamu intip di katalog ParaMail yang kini memuat lebih dari 6.600 tulisan. ParaPOP juga menerima kiriman lewat SubmitHub dan Musosoup.
Kalau ingin menjangkau lebih banyak meja sekaligus, Music Feedback Pro mempertemukan musisi dengan pengulas, blog, dan media yang mereka sebut sudah terverifikasi. Pendaftarannya gratis, lalu ada biaya tetap £15 per kampanye setelah kampanyemu disetujui. Sebagai pembanding, kampanye di Musosoup mulai dari £42.
Saya tidak bisa menjanjikan rilis pers musik yang rapi pasti berbuah ulasan. Undangan yang rapi pun tidak menjamin tamunya datang. Tapi setidaknya, yang mau datang tidak nyasar.
Diperbarui: 2 November 2026