“I am a witch.” Aha, akhirnya ada yang mengaku. Purple Temptress dibuka dengan gemuruh guntur yang bergulir pelan, lalu Isabella Han-Bolelli masuk membawa pengakuan itu, diseret malas dan penuh gaya.
Sesudahnya yang terjadi justru sedikit sekali, dan itu kecerdikannya. Drum dibiarkan jarang dan lapang, piano menunggu di belakang, lalu semua ruang kosong itu diserahkan ke vokalnya yang besar dan teatrikal ala panggung kabaret. Ia merapal mantra, menyalakan lilin, lalu memekik “I wanna live”, dan bulu kuduk kita ikut bergetar. Ada bumbu blues yang kental di sela-selanya. Lagu ini tahu kapan harus diam, dan ia tidak pernah tergoda menempelkan efek seram murahan ala wahana rumah hantu pasar malam.
Si pencerita sengaja tidak diberi nama. Ia satu dari banyak perempuan yang dipangkas jadi label, penyihir, penggoda, perempuan-yang-harus-dibakar karena ingin hidup dengan caranya sendiri.
Mantranya baru selesai ketika hujan turun dan guntur terakhir menggiring kita keluar dari Purple Temptress.
Saya akan memutarnya lagi tanggal 31 nanti, lampu kamar dimatikan.
Isabella Han-Bolelli Profile
Track Info & Review Summary
- Artist: Isabella Han-Bolelli
- Track: Bolelli
- Genre: Dark Pop
- Release Date: October 28, 2026
- Label: Independent
- Rating: 3.9 / 5
- Reviewed by: ParaPop.net
Bagi yang menyukai ketukan drum bertempo serupa dan hook yang tak kalah renyah, simak ulasan Kelly Jett – You’re the Spark serta selami arsip ulasan Night Teacher – Reckless.



