Natalia James membawa “Fly to LA” ke wilayah yang terasa seperti mimpi romantis yang pelan-pelan mulai retak. Vokalnya halus, nyaris seperti berbisik, sementara latar musik yang dreamy membuat semuanya terasa lembut dan sedikit mengambang. Ada rasa melankolis di sana, tapi tidak pernah sampai membuat lagunya terasa berat. Justru semuanya terus bergerak dengan cukup ringan, seperti seseorang yang masih menikmati momen indah sambil diam-diam bertanya apakah ia seharusnya percaya.
Cerita di balik lagunya juga membuat perasaan itu semakin masuk akal. Seseorang terbang dari Norwegia ke Los Angeles, meminta Natalia menjadi kekasihnya, lalu mengatakan cinta tanpa banyak aba-aba. Romantis? Tentu saja bisa. Tapi “Fly to LA” lebih tertarik pada detik setelahnya, ketika kepala mulai ikut campur dan bertanya, “ini benar-benar cinta, atau semuanya terjadi terlalu cepat?”
Menariknya, kalimat “Fly to LA, tell me that you love me” terasa punya dua wajah. Di satu sisi terdengar seperti keinginan romantis. Di sisi lain, ada nada tidak percaya di baliknya, seperti Natalia sedang mencoba memahami bagaimana sesuatu yang terasa begitu manis justru bisa membuatnya semakin waspada. Dari sini lagu perlahan membuka lapisan emosinya, dengan tumpukan vokal, potongan suara yang semakin ramai, dan ritme yang membuat kegelisahan itu terasa tumbuh tanpa harus kehilangan sisi dreamy-nya.
Yang saya suka, Natalia James tidak mencoba menjadikan kisah ini sekadar cerita patah hati. “Fly to LA” lebih terasa seperti lagu tentang kebingungan menerima cinta setelah pernah belajar bahwa gesture besar belum tentu berarti semuanya akan berakhir baik. Ada kelembutan, sedikit rasa takut, dan keraguan yang terus mengalir bersama musiknya. Hasilnya terasa intim dan cantik, tapi tetap menyimpan sesuatu yang agak tidak nyaman di balik permukaannya. Dan mungkin justru di situlah daya tarik lagu ini.
Natalia James Profile
Bagi yang menyukai soundscape ambient berbalut vokal melankolis, jelajahi ulasan Jerry Peerson – My Two berdampingan dengan ulasan Marianne Engebretsen – Someone to hold on to.



