FeaturedNews

Kings Of Convenience: Cara Baru Album Baru

Jika ada sebuah mata kuliah dasar-dasar pop indies, maka nama duo pria pemalu ini pasti bakal disebut-sebut. Siapa yang tidak lumer hatinya mendengar alunan vokal dan pada tembang-tembang seperti “Cayman Island”, “Misread” atau ikut bergoyang-kentang di “I’d Rather Dance with You”.

kings of convenience
Melalui pengumuman di akun facebooknya, mengajak penggemar mereka ikut terlibat pengerjaan album baru duo asal Bergen, Norwegia ini.

Sejak terbentuk tahun 1999, Kings Of Convenience () telah menelurkan 3 album penuh dan sebuah album remix. Kala terakhir album penuh mereka menetas adalah tujuh tahun lalu dengan judul “Declaration of Dependance”. Kendati masih mendapat repon positif dari para kritikus, gema album ini terasa begitu adem-ayem.

Dugaan pribadi saya adalah Eirik yang tak lagi mampu melakukan tur dunia seperti beberapa album sebelumnya. Alasan Eirik adalah ia tak lagi mampu jauh dari rumah, dan perihal perjalanan tur dunia yang begitu melelahkan. Kings Of Convenience sendiri telah mengunjungi Indonesia dua-kali pada tahun 2006 dan 2010.

Berbeda dengan Eirik, Erlend masih ingin melakukan tatap muka dengan penggemar dari belahan dunia yang lain. Akibatnya Erlend sibuk dengan segala varian proyek pribadinya setiap kali Kings Of Convenience menyelesaikan pengerjaan album. Sebut saja “”, sempat menghasilkan dua album, sempat singgah di Indonesia, meski akhirnya memilih bubar. Ia juga merilis album solo, telah merilis dua album,dan yang terbaru berjudul “Legao” pada 2014 lalu. Erlend terus memenuhi hasratnya untuk dapat terus berkelana.

Melihat pola seperti ini, maka kadang saya sendiri luput akan kabar Kings Of Convenience ini. Toh, mereka tetap produktif meski dalam bagai bentuk berbeda.

Akhir bulan lalu saya terkejut saat KoC menggunggah status “The Unrecorded Record” melalui akun facebook mereka.

Bermula dari Amsterdam (18/9), tiga kota di Jerman, 2 kota di Swedia memasuki bulan Oktober dan berakhir di Swedia (21/10). KoC hanya akan memainkan lagu-lagu baru yang belum mereka rekam, dan pada status tersebut pun mereka juga mengungkapkan segala kemungkinan kesalahan selama konser tersebut. Segala macam alat perekam tidak diperkenankan. Dan harapan KoC, di setiap kota mereka dapat menyerap energi di venue dan meramunya studio rekaman.

Kita tentu sepakat bahwa duo-ini selalu mampu memberikan sentuhan magis ditiap pertunjukan live-nya. Dan ketika akhirnya mereka mencoba “cara baru” ini untuk mengerjakan album terbaru ini, akan ada banyak hal yang mungkin terjadi. Ini semacam win-win solution atas kendala yang mereka rasakan pada beberapa tahun terakhir. Eirik kembali melakukan tur, Erlend tak perlu mencari pelarian, dan kita sebagai penggemarnya mendapatkan kebahagiaan.
(VERD)

Tags
Show More

Noverdy Putra

Baperians, Meta-fetcher, pelahap segala, kecuali mantan.
Back to top button
Close