Awas, jangan lengah.
Hanya itu saran yang bisa saya berikan sebelum kita menekan tombol putar Berlin milik WHOLES. Ia tidak menyerang di detik pertama. Ada bunyi yang melilit pelan-pelan, denyutnya perih, dan vokalnya merayap di bawah sambil menunggu. Emosinya di buat terasa sesak, dan kepala kita sudah telanjur mengangguk sebelum sadar sedang diterkam. Sekilas new wave 80-an, sekilas kebisingan ala Butthole Surfers, dengan serpihan pasca-hardcore ala Jesus Lizard di sela-selanya. Garang. Renyah. Menyenangkan dengan cara yang agak salah.
Lagu ini membuka premisnya dengan satu baris yang langsung menampar, “You’re Berlin on the border of falling down”. Lantai dansa yang retak.
Sisanya bicara soal hidup yang sudah dijual sebuah bank Swiss, soal sistem yang memisahkan kita sambil terus membuat kita ingin lebih. Tema seberat itu biasanya dibawakan sambil berkhotbah. WHOLES memilih menggebuknya.
Nomor ini bagian dari album WHOLES/NOT WHOLES, lima lagu baru ditambah tafsir ulang dari musisi lain, setahun setelah debut A Mass In The Water. Di hari yang sama, Usi Es merilis versi murder ballad-nya sendiri, tentang keluarganya yang tercerabut dari Maluku lewat Nugini ke Belanda.
November mereka berkeliling Prancis, lalu 18 Desember WHOLES membawa Berlin ke panggung Charlatan di Ghent. Kasihan pengeras suaranya.
Wholes Profile
- soundcloud.com
- open.spotify.com
- wholestheband.bandcamp.com
- www.youtube.com
- www.instagram.com
- soundcloud.com
- www.songkick.com
Ledakan aransemen alternatif yang berisik dan bertenaga serupa mengalir di ulasan Trey Bruce – All Americans dan arsip ulasan ASTROKATZ – Guiding Light.



