Mendengarkan “Everybody Sucks” dari Psyclo ini, rasanya seperti diajak masuk ke dalam kepala seseorang yang sedang berjuang melawan kekesalan sehari-hari. Ada kejujuran yang blak-blakan dalam liriknya, seperti teriakan frustasi di tengah keramaian. “Everybody sucks, everybody sucks, Some just don’t know better, don’t know better, Some just don’t care.” Itu sebuah pernyataan yang mungkin pernah terlintas di benak kita semua.
Musik di lagu ini punya daya tarik yang unik. Psyclo memadukan sentuhan Indie dan Alt Pop yang membuatnya terasa segar dan playful. Ada energi yang memberontak dalam alunan musiknya, namun tetap catchy dan mudah diingat.
Ini seperti soundtrack untuk hari-hari ketika kamu merasa dunia sedang tidak berpihak padamu, sebuah lagu yang bisa menemani saat kamu terjebak di kemacetan atau antrean panjang di supermarket.
“Everybody Sucks” terasa sinis, ada semacam pengakuan bahwa kita semua punya sisi buruk. Lagu ini adalah refleksi tentang manusia dan segala kompleksitasnya, dibalut dalam melodi yang engaging.
Ini adalah cara Psyclo untuk mengungkapkan perasaannya, sebuah perjalanan dari self-harm menuju self-love, yang mungkin bisa jadi cermin bagi kita semua.



