Denting tuts piano yang jatuh perlahan bertemu gesekan string rendah di sudut ruangan, menyisakan ruang dengar yang begitu lapang dan sunyi. Yovanna Ventura memilih menanggalkan keriuhan lantai dansa demi merajut nomor intim bertajuk “Darling”.
Petikan gitar akustiknya terdengar sangat dekat di telinga, seolah ia sedang duduk bersila di lantai kamar sembari menatap tempias hujan di kaca jendela. Karakter vokalnya meluncur lirih dengan desah napas tipis yang jujur, tanpa perlu repot memamerkan teknik vokal yang rumit.
Sikapnya pasrah sekaligus bersyukur, mengakui rasa gentar sendiri lewat satu baris rapuh, “Don’t let go when I’m not enough” Metafora klasik saat ia menyebut sang kekasih sebagai “sunlight in my window” justru terasa hangat, bekerja persis secangkir teh panas yang disodorkan seorang kawan di kala kepala sedang bising-bisingnya.
Menemukan rasa aman di pelukan orang yang tepat memang selalu melegakan, apalagi jika dirayakan dalam kesenyapan yang semanis ini.



