mús datang lagi dengan lagu “Meaningless Objects“, membawa kita pada sebuah refleksi yang jujur dan melankolis. Dengan balutan acoustic folk yang sederhana dan bass yang lembab lagu ini terasa intim, seolah kita sedang duduk bersama mús di kamarnya, mengamati setiap detail benda-benda di sekeliling.
Liriknya itu, “The half fallen leaf from the plant in my ceiling says it would like to come back to life“, menggambarkan benda-benda biasa menjadi punya nyawa dan cerita sendiri. Dari poster John Lennon sampai cincin yang hilang, semua objek ini pada awalnya terasa “meaningless”. Namun, perlahan-lahan, mús membawa kita pada sebuah pembalikan.
Di bagian akhir, semua objek itu berubah menjadi “meaningful objects” yang mengisi ruangan dan kehidupan. Ini adalah perjalanan emosional yang cerdas, menunjukkan bagaimana pandangan kita terhadap sesuatu bisa berubah.
mús dengan vokalnya yang hangat dan syahdu nan lembut ini mengajak kita untuk merenung, mungkin saja benda-benda di sekitar kita, yang selama ini kita anggap biasa, menyimpan cerita dan makna yang dalam jika kita mau melihatnya.



