ParaMail

Lily like the flower – Blue Marble

Ada satu detik yang sengaja ditunggu dalam Blue Marble, dan Lily like the flower menaruhnya di menit 1.21.

Sebelum sampai ke sana, lagu ini berjalan pelan sekali. gitarnya menggantung tipis-tipis di belakang, vokalnya lirih dan dekat, dan liriknya hanya satu dua kata per baris, “Floating”, lalu “Blue marble”, seperti orang yang baru bangun dan belum sanggup menyusun kalimat utuh. Bait kedua mulai mendorong. Begitu dentuman di menit itu jatuh, kepala kita ikut mengangguk tanpa minta izin, dan dream pop yang tadinya mengambang mendadak punya pijakan.

Liriknya ditulis saat Lily like the flower berumur 18 tahun. Ia mengulang “I choose to be happy”, lalu “I handle”, lalu “I’m happy”, sampai kita curiga orang yang paling perlu diyakinkan adalah dirinya sendiri. Retaknya muncul di baris tentang menara yang ia bangun ke langit, “I’m lighting a bowl just to get high / All by myself”, nyanyinya. Kata happy sesudahnya terdengar getir.

Saya sempat geli mendengar “tower to the sky” disambung “explain why”, rapi sekali seperti tugas puisi yang dikumpulkan sebelum bel pulang. Bagian ini terlalu tertata dibanding baris lain yang patah-patah.

Blue Marble ditutup dengan dua baris pembukanya lagi, “Floating blue marble” dan “Fighting directional pull”, tanpa jawaban.

Lirik Lagu Lily like the flower – Blue Marble

Floating
Blue marble
Fighting directional
Directional pull

Tired
And nauseous
But I choose
I choose to be happy

And I’m
Oh I am
Pulled in every direction
I’m in orbit
I’m in orbit

Weigh down
I’ll hold it
I’ll fix it I’ll fix
Don’t worry

I am
Substantial
I handle
I handle
I’m happy

And I’m
Oh I am
Turning my face to the warming sun
I bring spring
I’m growing

I’m building a tower to the sky
Each step that I take will explain why
I’m never coming back
Although it will crumble as I climb
I’m lighting a bowl just to get high
All by myself

I did it myself
I’m happy myself

Floating blue marble
Fighting directional pull

Lily like the flower Profile

Track Info & Review Summary


Untuk yang sedang ingin memejamkan mata sembari ditemani alunan reverb melayang, simak ulasan Pekoe Cat – What’s It Worth? dan selami arsip ulasan Gregory Ackerman – It Ain’t Easy.

Show More

paraPOP

Parapop Parentheses Preact Pop News Media Outlet for Alternative/Indie In Indonesia Contact us: info@parapop.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related Articles

Back to top button