“ordinary” dari Leah Nawy itu kayak surat jujur yang nggak disegel, ditaruh aja di tengah meja, biar semua orang bisa baca. Lagu ini mungkin terdengar sederhana dari luar, tapi isinya tuh beratnya kayak bawa galon naik tangga.
Dibalut dengan folk akustik yang lembut, tapi ada lapisan elektrik dan string section yang bikin suasananya dreamy sekaligus rapuh. Vokalnya mengambang tapi terasa dekat, kayak teman lama yang akhirnya cerita setelah sekian lama diem. Petikan gitar dan string-nya bikin kesan lagu ini kayak punya ruang sendiri buat bernapas. Ada keintiman yang nggak dibuat-buat.
Yang bikin menarik, “ordinary” ini justru beda karena kejujurannya. Nggak butuh beat berat atau hook catchy. Lagu ini tenang, tapi bisa bikin kita diam sejenak dan ngerasa “gue juga pernah di titik itu”. Gaya Leah yang campurin elemen akustik dan elektrik bikin lagu ini familiar tapi tetap punya suara yang khas.
Ini tipe lagu yang nggak numpang lewat di playlist. Dia diam di situ, pelan-pelan nyentuh, dan bikin kita kepikiran semalaman. Kadang yang “biasa” itu justru yang paling bikin kita ngerasa dilihat.



