Tidak ada yang mati di We’re All Dead. Single pertama Kramies dalam lebih dari setahun ini justru bernapas pelan, dibuka alur yang syahdu terasa dramatis namun dingin.
Ia direkam hanya dalam sekitar dua hari bersama kawan lamanya, produser Derek Lee LaJoie. Kramies memainkan dan menyanyikan semuanya sendiri, kecuali drum yang dipegang drummer lamanya, John Panza. Setelah hampir lima belas tahun dijuluki troubadour dream pop (julukan yang setahun lalu sudah ia pamiti lewat Goodbye Dreampop Troubadour), ia sedang mencoba keluar dari label lamanya, dan racikan sesederhana ini terdengar seperti caranya melepas beban.
Di reff aransemennya jadi lebih penuh, vokal berlapis dan ekor tiap baris dibiarkan bergema panjang. Synth tipis dan vokal latar samar mengisi latar, lalu menjelang akhir piano maju ke depan sebelum memudar bersama gitar akustik.
Ada ketenangan yang rapi di sepanjang lagu, dan kita dibiarkan duduk nyaman. Tapi tidak ada satu momen pun yang membuat saya menoleh ke pengeras suara.
Tidak ada yang mati di We’re All Dead, memang. Tidak ada juga yang terbangun.
Kramies Profile
Track Info & Review Summary
- Artist: Kramies
- Track: We’re All Dead
- Genre: Singer Songwriter, Folk Rock, Dream Pop
- Release Date: October 31, 2026
- Label: VanGerrett Records
- Rating: 4.0 / 5
- Reviewed by: ParaPop.net
Sebagai pelengkap katalog dengar indie hari ini, simak juga ulasan Songs of Solomon – Come to your senses dan telusuri karya terdahulu di ulasan Anna Jay – Shut Up!.



