Mendengarkan “Stroom” dari Green Gardens ini bagai masuk ke sebuah ruangan sunyi yang penuh dengan kesedihan. Kuartet indie rock dari Leeds ini berhasil menciptakan sebuah “kekacauan” yang emosional, membawa kita pada sebuah perjalanan batin yang menyentuh.
Liriknya, yang bicara tentang sebuah ruangan bagi mereka yang kehilangan, terasa begitu personal dan menusuk. “If there was a room, that everyone who’s lost someone could go to, could it bring some order to an all encompassing, Storm they’re gone , they’re never coming back.” Itu adalah pertanyaan yang menghantui, sebuah upaya mencari makna dalam kehampaan.
Melalui “Stroom,” Green Gardens dengan cerdas menggambarkan suasana duka yang terasa nyata, lengkap dengan detail seperti tumpukan majalah, buku, teh, dan video rumahan. Ini adalah lagu yang jujur tentang proses berduka, sebuah cerminan bagaimana kita mencoba mencari cahaya di tengah badai kehilangan.



