Good Time Locomotive langsung tancap gas di “Daylight” dengan satu misi mulia: bikin kamu nari dulu, mikir belakangan. Lagu ini kayak hasil tabrakan manis antara pesta semalam dan realita paginya. Energinya nge-blend antara funk-disco 80-an dan rock anthem yang cukup seru dan terasa dalam.
Synth-nya nostalgic, groove-nya asik, dan gitar solonya punya cukup nyawa tapi di balik beat yang ngajak joget, ada cerita yang relatable banget dan euforia yang berubah jadi hening saat matahari nongol. Lirik kayak “That was last night, now I’m in the daylight” tuh cocok banget buat semua yang pernah bangun di pagi hari sambil mikir, “Eh barusan tuh apa sih?”
Vokal Hugo Leite juga jadi highlight yang nggak sok cool, tapi tulus dalam kesenduan dan cukup catchy buat singalong. Lagu ini bukan cuma tentang walk of shame, tapi juga soal ngelepas momen yang indah tapi nggak tentu arahnya.
“Daylight” tuh semacam soundtrack buat kamu yang pernah terlalu larut dalam malam dan akhirnya harus berhadapan sama matahari dengan kacamata hitam… dan sedikit rasa penyesalan. Tapi hey, at least kamu punya lagu ini buat nemenin jalan pulang.



