Cory Amelia membuka langkah pertamanya lewat “imysdm (i’m sorry)”, single debut yang membawa energi pop punk awal 2000-an dengan rasa manis yang agak perih. Ada semangat muda di dalamnya, tetapi pusat lagunya tetap sederhana, rindu pada seseorang yang sulit dilepaskan.
Vokalnya dibawa dengan emosi yang mentah, sementara dorongan pop punk memberi cerita ini tenaga agar tidak tenggelam dalam kesedihan. Nuansa nostalgianya mengingatkan pada masa ketika patah hati terdengar lebih enak kalau ditemani gitar kencang dan chorus besar.
Lirik “I miss you so damn much” diulang berkali-kali sampai rasa rindunya benar-benar terasa menumpuk. Detail seperti pertemuan tanggal 25 Juli, taman, langit musim panas, dan gitar membuat kenangannya terasa personal, bukan sekadar cerita cinta yang bisa terjadi pada siapa saja.
Bagian “Oh, I wish you were here, but this time I’ll let you leave” memberi perubahan kecil yang terasa penting. Rindunya belum hilang, tetapi ada usaha menerima bahwa tidak semua orang yang dirindukan harus diminta kembali.
Sebagai debut, “imysdm (i’m sorry)” terasa lugas dan tidak malu menunjukkan emosinya. Cory Amelia memilih membiarkan rasa kangen itu berteriak sekeras mungkin, sampai akhirnya sedikit demi sedikit terdengar seperti ucapan selamat tinggal.



