“Butterflies” dari Cat Reynolds adalah pop rock yang terdengar cerah di permukaan, tapi penuh keraguan di dalamnya. Lagu ini dibuka dengan nada lembut, lalu pelan-pelan tumbuh jadi sesuatu yang besar dan meluap.
Musiknya dibangun dengan apik bersama gitar yang jadi pondasi dan beat yang stabil. Tapi kekuatan utamanya ada di vokal Cat sendiri. Lembut tapi mantap, vokalnya naik turun bersama perasaan yang dilontarkan tanpa terasa dibuat-buat.
Secara lirik, lagu ini bukan tentang cinta yang penuh bunga, tapi justru soal rasa nyaman dalam ketidakpastian. Ada pengakuan soal menunda, soal menghindar, dan soal menerima bahwa “nggak kemana-mana” itu juga bisa jadi pilihan. Kalimat seperti “nothing gives me butterflies but that can wait” menandakan bahwa nggak semua orang butuh sensasi untuk merasa hidup.
Emosinya lebih ke arah tenang yang galau. Bukan sedih, tapi semacam refleksi orang yang sadar banyak hal belum beres dan anehnya, nggak masalah juga.
“Butterflies” bukan anthem kemenangan, tapi jadi soundtrack pas kamu lagi nyoba nerima hidup apa adanya. Nggak buru-buru ke mana-mana, cukup jalan pelan, sambil denger suara hati sendiri.



