Brent de la Cruz datang dengan sesuatu yang halus tapi tetap tajam di “TBD”. Lagu ini punya dingin yang melankolis, dengan atmosfer yang mengalir seperti kilasan ingatan lama.
Dari awal, lagu ini terasa seperti perjalanan yang samar. Vokalnya terdengar tenang tapi sarat emosi, sementara musiknya bergerak dengan perlahan, menciptakan suasana yang luas dan reflektif.
Ditambah musik video yang looping namun dengan pesan yang samar namun masih terasa dalam, di tambah lirik seperti “I’m sorry I couldn’t be there, When you needed me most” punya rasa sesal yang kuat. Lagu ini seperti percakapan yang nggak pernah selesai, penuh perasaan yang masih menggantung.
Musiknya punya sentuhan nostalgia tanpa terasa berlebihan. Produksinya lembut, tapi tetap punya kedalaman yang bikin lagu ini terasa lebih dari sekadar alunan nada.



