Begitu “HAUNTED” mulai ada rasa gelap tapi lembut, penuh luka tapi tetap tenang. Ada rasa tenang yang justru bikin nyesek.
NIKK main halus tapi tajam. Piano ballad-nya mengalir pelan, lalu disusupi beat yang terasa seperti bisikan. Suara tipis tapi menghantui. Kayak nyanyi di ruang kosong yang penuh bayangan masa lalu.
Liriknya bukan tipe curhat panjang. Tapi satu-dua baris bisa langsung nyentil. Kalimat “I bite your neck in a desperate claim” terasa posesif tapi rapuh. Bukan cuma cinta, tapi juga kehilangan kontrol diri.
Lagu ini membawa soal depresi dan obsesi bukan cuma tempelan. Mereka justru ikut narasi, jadi semacam suara hati dari hubungan yang mulai retak dari awal.
Yang menarik, meskipun banyak elemen disatukan, hasilnya tetap terasa utuh. Ada rasa nostalgia, tapi juga eksperimen. Produksinya memang rumahan, tapi justru itu yang bikin terasa lebih jujur.
“HAUNTED” bukan lagu buat semua orang. Tapi buat yang pernah ngerasa sayang sambil sadar itu nggak sehat, lagu ini bisa jadi tempat pulang yang sunyi.



