Ash Molloy bukanlah musisi rock pada umumnya. Dia mendobrak batasan, mengaburkan batas antara kerentanan dan kekuatan, antara tradisi dan modernitas. Perpaduan antara kecerdasan ilmiah dan bakat artistik, Molloy menentang norma-norma konvensional dalam musik dan kehidupannya, terbukti dalam single terbarunya, “Viv.”
Lagu ini menjadi kesaksian atas kreativitas Molloy yang terinspirasi dari nama yang ia kagumi, ia merangkum esensi romansa musim panas yang singkat, melukiskan gambaran jelas tentang malam-malam yang gerah, minuman yang memabukkan, dan daya tarik pandangan terlarang. “Viv” menggemakan pengaruh alt-rock hebat tahun 90an sambil mengukir ceruknya sendiri. Suara Molloy, yang mentah memunculkan perasaan nostalgia, kerinduan, dan pengabaian liar pada malam musim panas.
Ash Molloy dengan Latar belakangnya di bidang ilmu saraf menambah kedalaman penulisan lagunya, memungkinkannya menjalin emosi dengan pemahaman kognitif. Musiknya menghadirkan lantunan yang jujur dan agresif. Dan “Viv” Ini adalah bukti bakat Molloy dan dedikasinya yang tak tergoyahkan terhadap keahliannya. Sebagai pendengar, kita hanya bisa menunggu untuk mengantisipasi apa yang akan dia berikan selanjutnya.



