Lagu ini seperti duduk di kursi dekat jendela pesawat, melihat kota yang semakin mengecil di bawah, sambil bertanya-tanya: “Apa yang aku tinggalkan? Dan apa yang menunggu di depan?” Alex Bloom menyapa lagi dengan“First Time”, sebuah indie rock yang dreamy, penuh refleksi, dan terasa seperti perjalanan baik secara fisik maupun emosional.
Yang bikin unik, lagu ini dimulai dengan lo-fi sederhana, direkam di loteng dengan mikrofon seadanya, lalu perlahan berkembang menjadi produksi hi-fi yang lebih megah. Perubahan ini bukan sekadar gimmick, tapi benar-benar menggambarkan perjalanan seorang musisi yang menemukan suara dan identitasnya sendiri.
Liriknya pun terasa seperti surat dari seseorang yang sedang mencari kepastian di tengah perubahan besar:
“How it’s gonna stay til I reach you for the first time.”
Ada nuansa nostalgia yang samar, seolah-olah Bloom mencoba menyusun kembali kepingan masa lalu yang tercecer di sepanjang hidupnya.
“First Time” adalah lagu yang tenang yang langsung menghantam dengan emosi, tapi perlahan-lahan merayapi pikiran dan membuat kamu ingin mengulangnya lagi.



