Siapa sangka lagu tentang dibohongi pelan-pelan sampai meragukan ingatan sendiri justru dibungkus jangle pop rock yang renyah, genre yang biasanya identik dengan sore santai dan denting yang terang. Gaslight dari TH3 Back Room bermain tepat di kontradiksi manis itu.
Proyek kolaborasi The Onion Co. di Ubud, Bali, ini digerakkan penulis lagu Mark Kuan. Bulan depan mereka akan melepas How Many More, dan tujuh puluh persen pendapatan streamingnya akan disumbangkan ke MER-C untuk seterusnya.
Vokalnya dekat dan apa adanya, tanpa banyak polesan. Setelah baris tentang kehilangan rasa benar dan salah, ia bergumam “hmmm” panjang, seperti orang yang sedang menimbang sesuatu dan belum ketemu jawabannya. Saya suka gumaman kecil itu. Lalu reff datang membawa satu kalimat yang membatalkan dirinya sendiri, “It doesn’t matter anymore / or does it matter even more”. Ada kebingungan yang jujur di situ, dan kita ikut diajak goyah bersamanya.
Menjelang akhir, lagu mulai mencari jalan keluar, mantranya harus dipatahkan, cahaya harus ditemukan. Sedikit terlalu rapi untuk lagu yang sejak awal begitu ragu.
Gelap di luar sana, tapi Gaslight tetap berdenting.
TH3 Back Room Profile
Track Info & Review Summary
- Artist: TH3 Back Room
- Track: Gaslight
- Genre: Jangle Pop
- Release Date: October 26, 2026
- Label: Onion Records Bali
- Rating: 3.9 / 5
- Reviewed by: ParaPop.net
Koleksi ulasan pilihan redaksi untuk memperpanjang sesi mendengarmu: ulasan Hanna Andréa – Braveheart (Acoustic) berdampingan dengan arsip ulasan Johnny Manna – 99 Cent Dream.



