FeaturedNew ReleasesNews

Fontaines D.C. Gandeng Rosalía di Balada Orkestral Where Is Gone?

Lima album berjalan, baru sekarang ada tamu yang diundang bernyanyi, dan lewat Fontaines D.C. Where Is Gone? tamu pertama itu ternyata Rosalía. Lagu ini dilepas Senin, 12 Oktober 2026, empat hari sebelum album kelima mereka, Dopamine Chamber, keluar lewat XL Recordings.

Sebelum resmi rilis, ia sempat bocor duluan. Menurut Stereogum, Where Is Gone? beredar akhir pekan lalu karena dibagikan dalam bentuk piringan 7 inci berlabel putih di acara dengar album. Rupanya ada yang tidak sabar menunggu Senin.

Kabar duet ini sebenarnya sudah tercium sejak daftar lagu album diumumkan bulan lalu. Waktu itu nama Rosalía langsung mencuat di antara judul-judul lain, dan sempat kami singgung saat Fontaines D.C. merilis Tongue, single kedua dari album yang sama. Kini rasa penasaran itu dibayar tuntas.

Fontaines D.C. Where Is Gone, Asap Tebal di Antara Dua Suara

Ada kemegahan yang sengaja dipelihara di lagu ini. Stereogum menyebutnya balada besar dan dramatis yang dijejali string, lengkap dengan nuansa lagu tema film James Bond. Gitar yang bergema dan gesekan string yang mengembang perlahan jadi alasnya, sementara Rolling Stone menangkap petikan gitar akustik yang murung, yang berulang-ulang dibuncahkan string dan dentuman drum yang berderak. Racikannya diolah produser James Ford, orang yang sama di balik seluruh Dopamine Chamber.

Grian Chatten dan Rosalía bergantian mengisi verse, lalu bertemu di bagian reff. Consequence mencatat suara berat Grian Chatten turun satu oktaf di bawah, sementara suara sang tamu yang serak berasap melayang di atasnya. Keduanya bernyanyi dalam bahasa Inggris. Yang mereka ceritakan adalah hubungan yang pelan-pelan terurai, dan puncaknya ada di satu baris reff, “There’s no harm in saying, ‘Leave it, let it die.'”

Laura Snapes dari The Guardian malah lebih jauh lagi. Ia mendengar kemegahan ala Ennio Morricone dan balada pertengahan abad lalu, lalu menyandingkannya dengan Henry Lee milik Nick Cave dan PJ Harvey. Dua suara itu, tulisnya, berputar saling mengitari seperti asap tebal, indah sekaligus mematikan.

Kita yang mendengarnya sambil memejamkan mata mungkin akan membayangkan kredit pembuka film mata-mata. Sebuah lagu yang terlalu bagus untuk waralaba Bond, kata Snapes.

Sayang tidak semua orang menyambutnya hangat. Saat daftar lagu diumumkan di Instagram, sebagian penggemar sempat protes karena penyanyi asal Catalunya itu dianggap terlalu pop untuk band rock Dublin. Untung Fontaines D.C. tidak ambil pusing.

Dari Madrid ke Dopamine Chamber

Jembatannya ternyata gitaris Carlos O’Connell, yang tumbuh besar di Madrid dengan dua budaya sekaligus, Spanyol dan Irlandia. Ia mengaku sudah jadi penggemar Rosalía sejak album debutnya. “What really excited me was how she was keeping a Spanish tradition of music alive, which in a spiritual way felt akin to what we’ve tried to do with Irish music,” ujarnya dalam rilis pers yang dikutip Pitchfork.

Dublin memang sedang kompak jatuh hati pada nama itu. U2 menamai salah satu lagu di album baru mereka, Carnaval de Luz, dengan judul The Mirror Maker sebagai penghormatan untuknya, meski ia tidak ikut bernyanyi di sana. Sementara itu sang biduanita sendiri masih sibuk merayakan Lux, termasuk tampil membawakan Reliquia dan Magnolias di Saturday Night Live akhir pekan lalu. Waktu rilis duet ini jadi terasa pas, bukan?

Where Is Gone? adalah single ketiga Dopamine Chamber setelah Marianne dan Tongue. Grian Chatten menyebut album ini sebagai ruang uji tempat mereka mencobakan berbagai musik pengubah suasana hati kepada pendengarnya, dengan tema yang dipungut dari linimasa tanpa ujung, mulai dari kecerdasan buatan sampai ancaman krisis iklim. Rekamannya berpindah-pindah dari London, pedesaan Inggris, sampai Palermo, Italia, tempat Grian Chatten membangun bilik rekaman sendiri dari kasur dan bantal. Persis anak kos yang meredam kamar sebelum merekam cover.

Saya terus terang penasaran bagaimana duet ini kelak dibawakan di panggung, karena tur besar mereka sudah menanti. Selepas deretan arena di Inggris dan Eropa sepanjang Oktober dan November, Fontaines D.C. dijadwalkan singgah ke Asia pada Januari 2027. Kota-kotanya belum diumumkan.

Fontaines D.C. Where Is Gone bersama Rosalía, kartu judul video resmi
Kartu judul video Where Is Gone? / Fontaines D.C. (YouTube)

Video resminya langsung masuk YouTube Trending dunia sebagai entri baru di peringkat 16 menurut data kworb, dengan peringkat 10 di Spanyol dan 16 di Prancis. Arsip kabar mereka lainnya bisa kamu telusuri di halaman Fontaines D.C. dan Rosalía. Empat hari lagi, kita tahu apakah Where Is Gone? jadi puncak album atau baru pemanasannya.

Dopamine Chamber milik Fontaines D.C. rilis 16 Oktober 2026 melalui XL Recordings, diproduseri James Ford.

(VRD)

Show More

paraPOP

Parapop Parentheses Preact Pop News Media Outlet for Alternative/Indie In Indonesia Contact us: info@parapop.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related Articles

Back to top button