Menyetir sendirian di tengah malam sehabis putus cinta biasanya mengundang ide buruk. Musisi asal Selandia Baru, Zac Bell, menangkap fase kebingungan itu dengan sangat akurat lewat single debutnya yang berjudul “Stuck at the Lights”.
Single ini merangkum kebiasaan menyedihkan saat kamu tanpa sadar mengarahkan setir mobil ke rumah orang yang sudah pergi alih-alih pulang ke rumah sendiri.
Mengandalkan gitar akustik yang terasa sangat melankolis agak gloomy dengan sentuhan lofi di latar belakangnya memberikan ruang kosong yang bikin suasana makin sepi. Ditambah lagi, vokal Zac Bell punya karakter yang menghantui dan terdengar pasrah. Iramanya diracik dingin, sengaja dibuat lambat untuk menemani kepalamu yang sedang berisik memikirkan ingatan lama.
Narasi yang ditawarkan terasa pilu dan sangat gampang dibayangkan. Bagian chorusnya melempar perumpamaan visual yang lumayan tajam, yaitu keinginan mengejar seseorang yang telanjur menghilang di jalan raya, sementara kamu cuma bisa diam terjebak lampu merah. Dia juga menyisipkan gambaran soal mimpi naik kereta yang rasanya jauh lebih aman daripada harus bangun dan menghadapi kenyataan kalau semuanya sudah berakhir.
Lagu “Stuck at the Lights” pas banget jadi pengiring momen patah hati yang belum tuntas. Komposisinya menangkap rasa frustrasi saat kamu tahu harus melangkah maju, tapi logikamu masih tertinggal di belakang. Putar saja volumenya saat jalanan sedang kosong. Setidaknya melodi tenangnya bisa menahanmu supaya tidak nekat menghubungi nomor yang sudah seharusnya kamu hapus sejak bulan lalu.



