Dengar “Come On Now” dari Teghan Devon itu seperti melihat seseorang yang sudah terlalu lama sabar akhirnya meledak. Lagu ini berhasil menyampaikan emosi itu dengan sangat tepat. Liriknya, yang terasa seperti surat balasan penuh sarkasme, menjelaskan bagaimana seseorang yang egois mengubah ceritanya sendiri, menjadikan dia si penjahat.
Yang saya paling suka dari lagu ini adalah bagaimana Teghan Devon membangun ketegangan. Awalnya, lagu ini terdengar introspektif, seolah Teghan masih mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Namun, di bagian chorus, semuanya berubah. Suara Teghan seperti berteriak, seolah melepaskan semua emosi yang selama ini dia tahan. Energi itu menular, membuat saya ingin ikut teriak dan melepaskan semua kekesalan.
Di akhir lagu, saat ia mengulang kata “you” beberapa kali, itu menjadi titik klimaks yang sangat kuat. Bukan hanya sekadar kata, tapi itu seperti pukulan telak yang diberikan kepada orang yang sudah menyakitinya.
“Come On Now” bukan cuma lagu untuk didengarkan, tapi juga untuk melepaskan perasaan kita. Lagu ini seperti terapi, yang membuat kita sadar kalau tidak apa-apa untuk merasa marah dan membalikkan keadaan saat kita merasa disalahkan.



