Sebuah sweater tertinggal di jok belakang mobil, dan baunya masih seperti kafe tempat dua orang dulu sering duduk. Dari benda sekecil itulah Steve Maggiora membuka Echoes of Us, album berisi sebelas lagu yang lahir dari berakhirnya hubungan selama empat tahun.
Namanya mungkin lebih sering kamu temui di barisan kredit. Steve Maggiora pernah berkeliling dunia sebagai keyboardis sekaligus vokalis tur Toto, lalu bermain atau merekam bersama Ringo Starr, Joe Bonamassa, hingga GoldFord. Rock, soul, pop, blues, semua pernah ia jalani. Musisi pengiring memang mirip PNS, siap ditempatkan di mana saja. Kali ini ia menempatkan dirinya di tengah panggung, menulis, memproduseri, dan me-mix sendiri seluruh materinya.
Lagu Echoes of Us dipilih sebagai lead single sekaligus pembuka album, dan ia memang pintu masuk yang tepat. Vokal Maggiora hadir sejak detik pertama, langsung disambut gitar John Philbrick dan drum Curtis Kelley, sementara bas dan sisa instrumen ia mainkan sendiri.
Temponya melaju sedang dengan nada yang terang, aransemennya condong retro, dan chorus-nya dibangun untuk dinyanyikan bersama sejak putaran pertama.
Yang menarik justru terjadi di sekitar menit ketiga. Drum mendadak mundur, sepuluh detik kemudian kembali, lalu giliran bas yang minggir sejenak sebelum semuanya menumpuk lagi dan Echoes of Us memuncak hingga detik terakhir dari durasinya yang empat menit lebih sedikit.
Jeda kecil itu membuat chorus terakhir punya landasan untuk melompat.
Di liriknya, ia memilih untuk tidak meratap. “I don’t replay the heartbreak, I just rewind the light,” nyanyinya. Kepala kita sudah mengangguk sebelum sempat memutuskan setuju atau tidak.
Lalu ada kejutan kecil. Album tentang perpisahan ini ternyata lebih sering jatuh cinta daripada mengenang.
Coba lihat. Chain Reaction adalah naksir yang membuat orang rela bertingkah konyol, Kinda Like Magic merayakan cinta yang biasa-biasa saja, Gravity dan Steady bicara soal orang yang membuat kita selalu ingin pulang, dan On Purpose menutup album dengan cinta yang dipilih secara sadar setiap hari. Yang benar-benar menghadap ke akhir hubungan hanya segelintir. Parallel Lines memotret dua orang yang berjalan bersisian tanpa pernah bersentuhan, “Same room, same bed, different skies”, sementara Stardust mengenang sesuatu yang singkat tapi sempat menyala. Dari situ judul albumnya terbaca lain. Gema yang ia maksud bisa jadi termasuk lagu-lagu cinta yang tetap ia simpan setelah hubungannya selesai.
Racikannya konsisten dari awal sampai akhir. Soulful pop menjadi kuah utama, dibumbui rock, R&B, dan sedikit funk. Synth dan keyboard duduk berdampingan dengan gitar, drum yang dimainkan langsung, dan vokal yang ditumpuk berlapis-lapis. Hampir semua lagu berhenti di kisaran tiga sampai empat menit, dan seluruh album selesai dalam 39 menit, jadi tidak ada yang sempat dikunyah terlalu lama. Our Time membawa kait paling besar sekaligus ajakan kabur ke Paris. Ada umpatan di reff-nya yang membuat lagu ini kurang cocok diputar di mobil keluarga. Di barisan pemain album ini juga ada Alex Kyhn, bassist yang pernah mengiringi Sabrina Carpenter dan Macy Gray.
Ada pula sisi yang akan terasa akrab bagi kita yang sudah melewati kepala tiga. We Could Have It All, lagu terpendek di album ini, dengan santai menyebut dirinya “a mid-life cry fest”. Di Steady, ia ketinggalan pesawat lalu menembus jalan tol The Five tengah malam dengan kecepatan sembilan puluh mil per jam demi pulang ke pelukan, semacam mengebut di Cipali, hanya saja versi California.
Catatannya ada di judul-judul itu sendiri. Gravity, Kinda Like Magic, Chain Reaction, dan Stardust adalah metafora yang sudah dipakai ribuan lagu cinta sebelum ini, dan isinya jarang bergerak jauh dari yang dijanjikan judulnya. Mungkin ini soal selera saya yang terlalu lama tinggal di rak indie, tapi Maggiora justru paling tajam ketika ia konkret, seperti sweater di jok belakang, kafe lama, atau jalan tol tengah malam. Seandainya lebih banyak lagu ditulis dari benda-benda kecil semacam itu, album ini akan lebih mudah dibedakan dari rak soft rock di sebelahnya.
Melihat rajinnya Steve Maggiora melepas single demi single dari album ini, jangan kaget kalau gema Echoes of Us masih terdengar sampai tahun depan.
Daftar lagu album Steve Maggiora Echoes of Us
- Echoes of Us
- Our Time
- Chain Reaction
- Half-Light
- Kinda Like Magic
- Gravity
- Parallel Lines
- Stardust
- Steady
- We Could Have It All
- On Purpose



