Kalau musim semi bisa nyanyi, kayaknya suaranya bakal mirip banget sama Silly Boy Blue di lagu “spring”. Ini bukan tipe lagu yang nyuruh kamu loncat-loncat girang lihat bunga bermekaran, tapi lebih kayak kamu duduk sendirian, lihat bunga tumbuh, sambil mikir: “Kenapa dia nggak ada di sini buat lihat ini bareng aku?”
Dengan gaya indie pop yang minim dan hati-hati, lagu ini seperti bisikan pelan yang isinya berat: rindu. Tapi bukan rindu yang meledak-ledak, ini rindu yang diem-diem nyesek. Vokalnya berbisik kayak lagi ngomong ke diri sendiri biar nggak lupa suara orang yang udah pergi. Musiknya juga nggak banyak polesan, cuma elemen-elemen tipis yang justru bikin atmosfernya makin dalem.
“spring” nggak butuh banyak drama buat bikin pendengarnya kerasa. Dia cukup bilang pelan, “gue masih nyimpen semua yang lo tinggalin.” Dan dengan cara itu, lagu ini jadi salah satu soundtrack rindu yang paling tulus dan sederhana tahun ini.



