Album ReviewsFeaturedReviews

Murung-murung Riang Debut Album “Whitney” – Light Upon The Lake

Saya tengah memandangi langit malam nan begitu cerah. Rasi bintang sedang berpendar. Lagu pembuka album ini mengalun. Dari orkestrasi bagian masuk “No Woman” terbayang nama Jens Lekman, lantas ketika bagian vokal dan gitar menyusul, saya malah membayangkan tuan-putri-pelipur-hati Zoey Deschanel pada duo She & Him.

Potret itu terus saya putar-putar dalam kepala hingga khatam 10 trek berdurasi total setengah-jam-saja. Maaf, Lala Karmela album ini tak sampai satu jam. Karna ditingkahi rasa penasaran, saya mencoba mencari videoklip mereka. Semua bayangan yang ada dalam kepala buyar. Jika sedang menggenggam es krim cone, saya akan tampak menganga di depan laptop dengan es krim meleleh.


Sudah lihat videoklip lagu pembuka tersebut? Saya tertipu di tempat yang sedemikian terang. Alih-alih perempuan, vokal itu ternyata suara falset sang vokalis Julien Ehrlich sekaligus drummer. Alunan gitar melodius njelimet yang begitu dominan sepanjang album adalah petikan Max Kakacek. Duo ini telah dikenal di kampung halamannya Amerika sana sebagai anggota band “Smith Westerns”. Gagal membina kekerabatan, band garage-rock ini terpecah belah hingga melahirkan entitas “Whitney”.

Whitney - Light Upon The Lake (Cover Album)
Setidaknya mereka memilih untuk bermusik, jika di Indonesia mereka bisa saja menjadi anggota Instameet cabang Dago. Jepret-jepret di Tahura Dago,menembus udara beku Caringin Tilu demi menangguk followers.

Julien dan Max sembari leyeh-leyeh di kos mereka di Chicago menciptakan tokoh “Whitney” yang menurut mereka adalah sesosok pria patah hati nan murung. Whitney menumpahkan segala kegundahan yang nikmat dalam trek “No Woman” diatas, “Golden Days” hingga “Polly”. Julien begitu lirih meraung-raung.

Instrumen Whitney begitu kaya, Julien dan Max melengkapi tokoh Whitney dengan mengajak Malcolm Brown (keys), Josiah Marshall (bass), Tracy Chouteau (gitar), Will Miller (terompet) dan Charles Glanders (sound engineer). Kurang lengkap apa coba? Bahkan sound engineer saja mereka libatkan sebagai personil band.

Kendati nuansa murung memang melingkupi akibat suara falset penipu si Julien. Whitney juga tetap berusaha riang pada bagian “No Matter Where We Go”, yang seperti membawa kita kembali ke zaman bercinta-manja-di-kos-kosan. Atau mengalun santai pada nomor instrumental “Red Moon”. Hingga menutup dengan upaya-sedang pada trek “Follow”, mereka mengajak untuk kita berkaraoke massal “when its coming to an end, its like you’re runnin’ home again, and i’ll follow you…”.

Band: Whitney
Album: Light Upon The Lake
Rilis: 3 Juni 2016
Label: Secretly Garden

Whitney adalah potret generasi kini. Murung-murung tapi riang. Riang-riang tapi murung. Untung saja mereka tidak meriang.
(VERD)

Whitney - Light Upon The Lake

Band: Whitney Album: Light Upon The Lake Rilis: 3 Juni 2016 Label: Secretly Garden

User Rating: Be the first one !
Tags
Show More

Noverdy Putra

Baperians, Meta-fetcher, pelahap segala, kecuali mantan.
Back to top button
Close