23 dinyanyikan oleh orang yang sudah berumur tiga puluh tiga. Di single terbarunya, Munan, proyek musisi Korea Australia Peter Lee, membawa kita mundur sepuluh tahun ke pemuda yang berkemas ke kota besar demi jadi raja berikutnya. Lalu ia menertawakan dirinya sendiri, “Slightly cringe but I was only 23”.
Duh. Jujur betul.
Bunyinya tak buru-buru. Synth tipis dan vokal serak dan garuk yang melayang membuka jalan dan drum menyusul dengan groove malas, lalu harmoni vokal berlapis menebalkan reff. Ia lebih dekat ke sisi santai Mac DeMarco ketimbang groove disko di Disco In My Room yang dulu kita ulas.
Liriknya menukik ke yang getir. Teman-temannya sudah punya anak dan rumah di tepi pantai (kamu yang grup WhatsApp-nya mulai penuh undangan aqiqah pasti paham). Ibunya, yang memintanya tak gampang menyerah, mulai khawatir, dan ia meminta maaf. Ada keras kepala yang manis ketika ia mengaku akan mengulang kesalahan yang sama kalaupun waktu bisa diputar. Munan memang mempersembahkan lagu ini untuk sang ibu.
Di ujung 23, ia memungut slogan bahwa umur hanyalah angka dan merasa kembali dua puluh tiga. Dahi kita sedikit mengernyit. Orang yang tadi sedemikian berani menertawakan dirinya mendadak terdengar seperti caption motivasi.
Dua puluh tiga di dada, tiga puluh tiga di KTP.
Munan Profile
Track Info & Review Summary
- Artist: Munan
- Track: 23
- Genre: Indie Rock
- Release Date: November 3, 2026
- Label: Independent
- Rating: 4.0 / 5
- Reviewed by: ParaPop.net



