Ada sesuatu tentang “Swear to God” dari Laura Elizabeth Hughes yang langsung menarik hati, seperti pesan yang ditulis di tengah malam dan nggak sengaja kamu temukan. Lagu ini nggak sok keras, nggak juga merengek, tapi berdiri di tengah-tengah, jujur tanpa basa-basi.
Dan, jujur aja, waktu Hughes nyanyi, “I swear to God I’d come and find you,” ada sesuatu yang bikin dada gue agak sesak. Namun yang bikin lagu ini makin hidup adalah kontrasnya. Verse-nya lembut, kayak obrolan di tengah malam yang cuma diisi bisikan. Tapi begitu masuk chorus, ritmenya langsung berubah jadi sesuatu yang lebih primal, hampir kayak dentuman jantung yang terlalu keras karena gugup.
Hughes juga tahu gimana caranya bikin lagu yang terasa personal tapi nggak egois. Ada ruang buat pendengar masuk ke ceritanya, nambahin makna sendiri. Dengan gitar yang minimalis dan vokal yang raw, dia bikin lagu ini kayak surat cinta yang ditulis di tisu kafe terasa mentah, tapi indah.



