Sebuah lagu yang sengaja ditulis untuk menutup konser, dan isinya tentang menerima akhir. Laguna sendiri mengakui kebetulan itu terasa ironis.
Ia butuh nomor penutup yang dinamis dan meledak tapi tetap sarat emosi, sesuatu untuk memeluk rasa senang dan sesal kita ketika lampu panggung hampir padam. “mi mancava quel pezzo!”, ujarnya.
Ia dinyanyikan dalam bahasa Italia, membawa ambisi lama sang musisi untuk meracik melodi pop ala Inggris dan Amerika tanpa kompromi. Di rak inspirasinya ada Linkin Park era A Thousand Suns dan Thirty Seconds To Mars, jadi kata meledak memang bukan basa-basi.
Di dalam lagu, akhir itu dipindahkan ke dua orang yang sadar sedang menjalani sesuatu yang langka. Kisahnya tidak dijanjikan abadi. Yang dijanjikan hanya perjalanan yang layak ditempuh, walau risikonya menabrak. Ada kerelaan yang manis di situ, dan galaksi dipakai untuk mengukur guncangan yang kita rasakan saat sebuah kisah bubar.
Dan tentu saja ada bintang. Albumnya saja berjudul parlo di stelle in ogni canzone (saya curiga ada teleskop di studionya).
Hanya Galattica yang dibekali video resmi di album itu, sambungan kisah fiksi ilmiah dari podcast-nya, NEGLI UNIVERSI C’È UN GRAN RUMORE..
Hook vokal yang melekat di kepala dan aransemen dinamis serupa tersaji apik dalam ulasan MOP! – SOMEBODY NEW serta arsip ulasan Izzie Derry – When Will It End.


