ParaMail

Kohla – Fantasy

Ada rasa ingin kabur sebentar dari kenyataan saat Kohla membangun “Fantasy”. Bukan karena dunianya sepenuhnya indah, justru karena cinta di sini datang bersama trauma, kesepian, dan banyak hal yang belum benar-benar selesai.

Nuansa folk yang lembut dibalut kilau orkestra memberi kesan sinematik yang kuat. Semuanya terasa seperti adegan film lama yang bergerak pelan, cantik dari kejauhan, tetapi menyimpan ketegangan ketika kita terlalu lama menatapnya.

“Come meet me in the fantasy” terdengar seperti tempat perlindungan sementara. Ada keinginan untuk percaya pada sentuhan dan kedekatan, meski di baliknya masih ada rasa takut bahwa hubungan itu mungkin lebih mudah dibayangkan daripada dijalani.

Pengalaman Kohla dengan trauma dan masalah kesehatan membuat cerita ini terasa sangat personal. Saat harapan, kehilangan, dan pertanyaan tentang hidup setelah semuanya bercampur, lagunya tidak terdengar mencari jawaban pasti, hanya mencoba bertahan di antara semuanya.

“Fantasy” paling terasa ketika ia membiarkan keindahan dan rasa sakit berdiri berdampingan. Hangat, muram, dan sedikit menghantui, seperti kenangan yang tahu kita belum benar-benar siap melepasnya.

Kohla Profile


Petikan dawai akustik yang tulus dan penulisan lirik kontemplatif senada mengalir dalam ulasan Merete Mongstad – Pull Yourself Together serta arsip ulasan Stardust Melancholy – Gravit’y’s Hold.

Show More

paraPOP

Parapop Parentheses Preact Pop News Media Outlet for Alternative/Indie In Indonesia Contact us: info@parapop.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related Articles

Back to top button