Selalu senang bertemu dengan Judah & The Lion, kali ini lewat “Powerless”. Ada tenaga yang terasa lebih kasar dari biasanya, dengan sentuhan grunge rock 90-an yang menyelinap di antara hook alt-pop yang gampang melekat.
Yang menarik, energinya tidak dipakai untuk terdengar gagah terus-menerus. “Powerless” justru berdiri di atas pengakuan bahwa kita tidak selalu punya kendali, dan kadang menerima kelemahan sendiri jauh lebih sulit daripada pura-pura kuat.
Produksinya terasa padat tetapi tetap punya kilau yang membuat lagu ini tidak tenggelam dalam sisi gelapnya. Ada dorongan besar dari rock, sementara sisi indie pop menjaga melodinya tetap terbuka dan mudah didekati.
Lagu ini hadir sebagai salah satu titik penting dalam album keenam mereka, I Am A Prism, yang banyak bicara soal perubahan, keluarga, dan alasan untuk terus membuat musik setelah perjalanan panjang bersama. Setelah 15 tahun, Judah & The Lion terdengar seperti sedang melihat ke belakang tanpa kehilangan alasan untuk maju.



