Jonah Corren membuka pintu kenangan dengan cara yang nggak biasa lewat “Everyone Takes”. Bukan nostalgia manis ala film keluarga, tapi lebih seperti buka album lama dan sadar betapa kacaunya masa lalu meskipun terlihat indah dari luar.
Musiknya mengalir tenang, pakai nuansa folk yang earthy dan hangat, tapi liriknya nyelipin bayangan kelam dan permainan tempo yang ringan bikin cerita ini terasa seperti mendengarkan orang tua bercerita di depan api unggun, tapi dengan twist yang bikin merinding.
Suara Jonah yang lembut dan penuh emosi dibalut dengan aransemen yang tidak banyak gaya, tapi penuh detail. Dan kolaborasi Jon Fazal bikin warna lagunya semakin lengkap. Ada harmoni yang string yang organik membuatnya terasa syahdu, kayak obrolan larut malam sama sahabat lama yang nggak basa-basi.
“Everyone Takes” nggak berusaha bikin semua terasa baik-baik saja. Justru kekuatannya ada di kejujuran mentah tentang kehidupan desa yang nggak selalu secantik yang dikira. Lagu ini cocok buat lo yang suka nyimak lirik sambil ngerasain momen sunyi di tengah keramaian.



