Mendengarkan “Full Moon” dari Horse Radish itu terasa seperti sebuah bisikan di tengah malam, di mana kerinduan menjadi begitu nyata hingga terasa menyakitkan. Lagu ini berhasil banget menangkap perasaan terperangkap di dalam rumah saat pandemi, dengan pikiran yang terus berkelana mencari orang yang kita sayangi
Liriknya terasa sangat puitis dan intim. Di dalamnya menggunakan gambaran-gambaran sederhana, seperti “Birds and sirens singing, Call and response outside my windowsill” atau “Marigolds bloom next to Wilting garbage bags”, untuk menunjukkan kontras antara keindahan alam dan kekacauan di sekitar kita. Di tengah semua itu, ada sebuah harapan yang kuat, yaitu momen “Beneath the full moon” di mana ia bisa membayangkan bersama orang yang dirindukan. Kerinduan itu begitu kuat sampai-sampai ia ingin “howl out a tune.”
agu ini punya nuansa dream pop yang lembut, yang membuat suasana terasa melayang dan penuh nostalgia dan membawa gelombang emosi yang tiba-tiba datang. “Full Moon” adalah lagu yang sempurna buat siapa saja yang sedang merindukan seseorang, yang butuh soundtrack untuk menemani lamunan mereka di malam hari.


