“over it in lowercase” terasa seperti keputusan yang sudah lama ditunda karena hati keburu kehabisan baterai. Girl made of static menangkap fase ketika seseorang tidak lagi ingin berdebat, menjelaskan, atau mengejar orang yang dari awal datangnya setengah hati. Marahnya tidak meledak, hanya mengetik “i said i’m fine in lowercase”, lalu pelan-pelan membereskan sisa hubungan yang berantakan.
Bersama arah bedroom lo-fi pop cocok dengan cara liriknya bekerja, dekat, kecil, dan terasa seperti catatan pribadi yang tidak sengaja terbaca. Huruf kecil di sini bukan hiasan manis ala akun Tumblr lama, melainkan cara untuk menunjukkan bahwa ketegasan tidak selalu harus berteriak. Ada rasa lelah yang lebih dominan daripada dendam, terutama ketika ia mengaku terus mengecilkan diri agar muat dalam keinginan orang lain.
Bagian “i used to write you sonnets in the notes app on my phone” menjadi detail yang paling manusiawi. Notes app biasanya dipakai untuk daftar belanja atau menyimpan kata sandi Wi-Fi, tetapi di lagu ini berubah menjadi tempat menyimpan kasih sayang yang akhirnya terasa sia-sia. Liriknya cukup tajam saat membedakan loyalitas dengan kebiasaan mengorbankan diri, terutama lewat pengakuan bahwa bertahan tidak harus berarti berlutut.
Chorus-nya mengulang kalimat utama cukup sering, sehingga pesannya sesekali terasa sangat terang dan tidak menyisakan banyak ruang untuk ditebak. Namun, pengulangan itu juga terdengar seperti seseorang yang perlu meyakinkan dirinya sendiri berkali-kali sebelum benar-benar pergi. Yang tersisa bukan kemenangan dramatis, melainkan lega kecil setelah akhirnya berhenti menjadi “hampir” bagi seseorang. Rasanya seperti berhasil menghapus chat lama tanpa membukanya lagi, dan jujur saja, itu sudah pencapaian besar untuk satu malam.