EntertainmentFeaturedMusicNew ReleasesNews

Frank Ocean mengencingi Def Jam/Universal.

frank-ocean-blonde-album-cover
Setelah penantian 4 tahun, Frank Ocean kembali dengan satu album visual pelunas kewajiban pada labelnya, dan ta-da! satu album penuh yang dirilisnya secara independen.

Saya harus berterimakasih kepada grup reinkarnasi “Tangga” yang kini kita kenal dengan nama “Dekat”. Pada 2014 lalu, di perhelatan festival Java Soundsfair mereka membawakan beberapa lagu dalam medley yang apik. Saat itulah saya terkesima dengan sebuah lagu berjudul “Thinkin About You”. Tak butuh lama, saya akhirnya mengetahui penyanyi asli lagu tersebut, Frank Ocean. Cukup asing bagi saya, dan lagu itu sendiri adalah bagian dari kesuksesan fenomenalnya di album “Chanel Orange” yang dirilis 2012.

Semenjak itu, Frank Ocean masuk dalam daftar wajib pemutar-lagu yang saya tenteng kemana-mana. Lalu saya berharap ia segera merilis album baru. Harapan itu tak sendiri saya gayutkan. Seluruh dunia menanti karya baru pria yang mengaku biseksual ini. Semenjak April 2015 ia telah memberikan petunjuk tentang album terbaru, dan setelah itu setiap berita yang berkaitan dengan Frank tak lebih dari dugaan kapan album baru ini rilis.

Hingga akhirnya segala prediksi dan syak-wasyangka itu terjawab pada 19 Agustus 2016 (bayangkan rentang waktu penuh duga-menduganya) lalu, Frank merilis visual album berjudul “Endless” secara eksklusif melalui layanan Apple Music . “Hmm.. Jadi ini yang bikin perilisan album ini tertunda sekian kali?” pikir saya saat itu. Saya pun melanjutkan hidup. Nanti sajalah, Frank.

Keesokan paginya saya dibuat bingung. Sebuah album berjudul “Blonde” terpampang di halaman depan iTunes Music Store. Penyanyinya, Frank Ocean. Lho lho lho. “Ini kok ada album lagi?” saya bingung dan berlari ke kamar mandi, memastikan bahwa saya tak sedang bermimpi. Dan benar saja, “Blonde” adalah album penuh baru (lagi) milik Frank. Pertanyaan memang beruntun datang. Saat saya mencari informasi lebih lanjut, barulah segalanya tampak terang.

Frank Ocean mengencingi Def Jam/Universal.
Frank Ocean mengencingi Def Jam/Universal.

Endless” yang dirilis sehari sebelumnya merupakan album konsep visual penebus-hutang Frank kepada label yang menaunginya, Def Jam / Universal. Kontrak Frank sepertinya hanya mensyaratkan satu album lagi setelah “Chanel Orange”. Setelah membayar lunas kewajiban tersebut, Frank melalui label independen miliknya Boys Dont Cry (nama ini sempat dikabarkan menjadi judul album) merilis album-penuh “Blonde” berjarak hanya satu hari saja.

Jika “Endless” dirilis secara eksklusif melalui Apple Music, maka “Blonde” dirilis eksklusif selama dua minggu melalui iTunes. Pihak Apple tentu diuntungkan, Steve Jobs sepertinya tersenyum simpul di akhirat melihat hal ini. Lantas siapa yang gigit jari? Tentu Def Jam/Universal harus tepuk jidat saat menemukan “Blonde” terpampang dihalaman utama. “Blonde” pun melejit, memuncaki tangga lagu Amerika Serikat dan Inggris.

Jika ada sebuah album penuh yang bisa kita miliki (unduh-penuh) dan sebuah album visual yang dengan skema pinjam (streaming). Tentu orang akan memilih album penuh. Buktinya dalam satu minggu penjualan “Blonde”, Frank Ocean diperkirakan telah mengantongi 1,77 juta dolar. Ingat, album ini dirilisnya secara independen, maka ia mendapatkan persentase lebih banyak. Lalu apa kabar “Endless”? Dari hitung-hitungan yang dilakukan Billboard, Def Jam/Universal hanya mendapatkan 157.000 dolar di minggu pertamanya. Kampret bener deh si Frank!

Tindakan Frank Ocean mengibuli Def Jam/Universal ini boleh disebut tidak etis. Banyak yang memprediksi Def Jam/Universal akan menuntut Frank Ocean atas tindakan “licik” ini. Namun sepertinya Frank tengah membalas perlakuan pihak label yang mengabaikannya setelah kesuksesan “Chanel Orange”. Frank Ocean sempat mengeluarkan uneg-uneg tentang hal ini melalui akun sosial media yang telah ia binasakan pada tahun 2013.

Hingga hari ini belum ada upaya hukum yang ditempuh oleh pihak Def Jam/Universal. Toh, Frank tak menyalahi kontraknya. Kan utang lunas, pak. Kabar terbaru saat ini ialah pihak Universal Music Group melarang artis mereka untuk segala perilisan dalam bentuk eksklusif. Ouch! Saat “Blonde” telah bisa dinikmati melalui Spotify hari ini, “Endless” masih terkurung pada platform Apple Music.

Frank mengencingi media dengan tak adanya kepastian perilisan album lanjutan “Chanel Orange”. Satu tahun penuh desas-desus. Frank mengencingi mantan labelnya, Def Jam/Universal dengan merilis sebuah album penuh berjarak-satu-hari secara mandiri setelah album-visual untuk mereka. Frank Ocean mengencingi kita semua.

Tags
Show More

Noverdy Putra

Baperians, Meta-fetcher, pelahap segala, kecuali mantan.
Close
Close