Mari kita berteriak bersama Fear the Lions, band punk rock yang baru saja merilis single terbarunya dalam judul “Apples, Androids, and Anarchists”. Judul lagu yang jujur menjerumuskan kita ke dalam temanya: teknologi yang ada di mana-mana dan perjuangan bawaan manusia untuk mempertahankan identitas di tengah gelombang pasang modernitas. Penyebutan “Apel dan Android” bukan sekadar anggukan untuk raksasa teknologi, tetapi cerminan dari pengaruh menyeluruh yang mereka miliki dalam hidup kita. Ini adalah narasi yang dapat digaungkan oleh banyak orang – ironi dari perasaan terisolasi di dunia yang saling terhubung.
Secara musikal, Fear The Lions dengan mulus memadukan kehebatan melodi dengan energi baku punk rock yang membuncah. Lirik yang tajam dan pedih menembus, berfungsi sebagai kritik terhadap obsesi kita terhadap perangkat dan kerinduan nostalgia akan hubungan manusia yang sejati.
Istilah “Anarkis” di sini tidak mempromosikan kekacauan tetapi merayakan mereka yang bersedia melawan norma, untuk berpikir secara berbeda, untuk menantang status quo digital. Ini adalah panggilan untuk introspeksi – untuk menilai apakah kita hanyalah boneka gadget kita atau apakah kita masih bisa mengumpulkan kekuatan untuk mengarahkan kapal kita di tengah perairan digital ini.
Di era tren TikTok yang cepat berlalu dan cerita Instagram yang berumur pendek, Fear The Lions telah membuat lagu kebangsaan yang tak lekang oleh waktu. “Apples, Androids, and Anarchists” adalah lagu yang menuntut banyak pendengar, masing-masing mengungkapkan lapisan kedalaman baru. Ini bukan hanya musik untuk telinga tetapi makanan untuk jiwa, sebuah lagu yang pasti akan digembar-gemborkan sebagai salah satu rilisan menonjol pada masanya.



