Favour datang membawakan “A Summer’s Dream“. Dan siap membawa kita merasakan perpaduan yang menarik antara energi dan melankolis yang bergema dari suasana hati yang sedang bergejolak, persis seperti suasana hati di hari-hari yang mendung setelah musim panas yang cerah.
Liriknya, “Should I stay, just to wait?” itu terasa sangat personal. Kita bisa merasakan keraguan dan pertanyaan besar yang muncul ketika kita dihadapkan pada pilihan-pilihan penting dalam hidup. Seperti saat kita berdiri di persimpangan jalan, tidak yakin apakah harus terus maju atau menunggu.
Yang menarik, meskipun lagunya terasa melankolis, ada kekuatan yang mengalir dari dentuman drum dan petikan gitar. Kamu menyebutkan bahwa lagu ini berawal dari drone samples yang dreamy, dan itu benar-benar terasa, memberikan tekstur yang kaya dan mendalam. Ini nada dingin yang bisa didengarkan, dan juga bisa dirasakan, seolah kita diajak menyelami “dunia batin” kamu. Sebuah pengalaman yang intim dan jujur.



