Bayangkan orang yang baru putus terus buru buru pasang muka baik baik saja, padahal di kepala masih sibuk berharap ditelepon lagi. Drew Hersch menangkap momen itu persis di “Call Me Cute Again”, lewat drum yang dipukul mantap dan synth elektronik yang meledak ledak, seolah sedang meyakinkan diri sendiri lebih dari meyakinkan siapa pun.
Membawa narasi yang lepas, “I don’t wanna say that I miss you, I don’t wanna say that I don’t” langsung membuka topeng si karakter sebelum lagunya sempat berlagak kuat. Sepanjang lagu ia berusaha terdengar independen, sampai akhirnya menyerah di judul sendiri, berharap dipanggil cute lagi oleh orang yang katanya sudah tidak dibutuhkan.
Produksinya gesit, mendukung sikap dibuat buat itu tanpa terasa berlebihan. Ada energi yang menular, jenis yang bikin kepala manggut sebelum sempat memikirkan liriknya dalam dalam. Begitu sadar, justru di situ letak leluconnya, kita ikut bersemangat menyanyikan lagu tentang seseorang yang gagal move on.
Chorus-nya memang dibangun untuk nempel di kepala, bukan untuk mengejutkan. Sah sah saja, karena lagu ini memang tidak berpura pura jadi sesuatu yang rumit. Ia cuma mau jujur tentang rasa gengsi yang konyol itu, sambil tetap asyik didengar berulang ulang.



