“Travelman” dari Carbonara Collective kedengerannya kayak tembang buat hidup para “anak jalanan” versi modern. Bukan yang nongkrong di emperan, tapi yang terus ngerasa panggilan hidupnya ada di jalan, sementara orang yang dicintai nggak pernah benar-benar paham kenapa harus pergi sejauh itu. Ada getir, ada rasa bersalah, tapi juga ada kebebasan yang nggak bisa ditawar.
Secara musik, “Travelman” dikasih balutan yang bikin mood-nya tetap ringan walaupun liriknya penuh dilema. Hook di bagian “I was born for travelin’” gampang banget nempel di kepala, kayak mantra buat yang nggak bisa betah diam di satu tempat.
Yang bikin menarik, lagu ini nggak sok heroik. Justru jujur ngakuin kalau ada cinta yang dikorbankan, ada sapaan yang masih teringat, dan ada rindu yang nggak bisa diredam. Tapi pada akhirnya pilihan jatuh ke jalan raya, ke panggilan buat terus melaju.
Buat kalian yang sering ditanya, “kok nggak bisa diem sih, maunya pergi terus?”, lagu ini bisa jadi jawaban manis sekaligus pahit. Kalau hati udah lahir buat perjalanan, susah memang buat ngejelasin ke orang yang nggak pernah ngerasain dorongan itu.



