Dalam “It’d Be Easy” Anna Josephine menyulap rasa sakit melepaskan cinta menjadi balada yang penuh emosi, dengan lirik sederhana namun menghujam, seperti curhat yang keluar dari hati terdalam. Lagu ini adalah pelukan untuk siapa pun yang sedang berjuang menghadapi perpisahan oleh jarak emosional yang tak terhindarkan.
Anna memulai lagu ini dengan suasana intim yang langsung mencengkeram pendengar bersama nada yang lembut namun penuh perasaan, Anna memandu kita melalui perjalanan emosional seorang kekasih yang ingin bertahan, meski tahu waktunya untuk pergi sudah tiba.
Namun semua ini bergulir menjadi pop rock yang dramatis membawa rollercoaster emosi. Dari alunan piano lembut di awal hingga hentakan dramatis di bagian klimaks bersama pukulan drum yang dramatis dan harmoni yang menghantui, dan “It’d Be Easy” berubah dari sekadar lagu menjadi pengalaman penuh rasa.



