Alexander Greenfield lewat “Y” datang dengan judul yang sangat hemat karakter. Satu huruf saja, mungkin sisanya sedang dipakai untuk menampung keresahan tentang dunia modern yang ternyata cukup ramai.
Lagu ini bergerak di bersama bass dan melodi yang mengalir sambil membawa lirik yang penuh sindiran. Pemerintahan jatuh, perang jauh, perubahan iklim, media sosial, sampai kopi kedelai ikut masuk ke dalam kegelisahan yang terasa absurd sekaligus akrab.
Baris “there’s an emptiness you can’t define” menjadi salah satu titik yang paling kuat. Semua koneksi tersedia, semua pilihan terbuka, tetapi justru muncul kekosongan yang sulit diberi nama dan ini semua dibawakan dengan vokal yang agak dingin.
Di tengah semua kekacauan itu, chorus terus kembali pada “I don’t wanna fall in love”. Penolakannya terasa seperti tameng, seolah urusan dunia saja sudah cukup bikin kepala penuh tanpa perlu tambahan drama perasaan.
“Y” punya cara yang sinis namun ringan dalam melihat manusia yang sibuk peduli pada segalanya, tetapi masih bingung menghadapi dirinya sendiri. Alexander Greenfield membuat keresahan itu terasa seperti percakapan aneh yang lucu sebentar, lalu diam-diam kepikiran setelah lagunya selesai.



